Buku memiliki kesamaan dengan manusia

Buku memiliki kesamaan dengan manusia

Category : Artikel

Ruangan Perpustakaan STIT

Syukri Abubakar. Kemarin saya membaca statusnya Prof. Imam Suprayogo Tiga yang menjelaskan bahwa ketika beliau berada di negeri Iran, beliau mengunjungi sebuah perpustakaan yang diberi nama Mar’asy An-Najafy yang terletak di pusat kota Qom Iran. Ketika berkeliling di perpustakaan itu, beliau melihat beberapa hal yang
menarik perhatiannya, sehingga beliau menyimpulkan bahwa buku itu banyak kesamaannya dengan manusia.

Beliau mengatakan bahwa bila manusia butuh pakaian, buku pun butuh pakaian, tau kan pakaian buku? ya buku butuh cover agar terlindungi dari kotoran, kerusakan dan biar awet. Bila manusia butuh nama, maka buku juga membutuhkannya. Untuk membedakannya dengan buku yang lain, tiap buku diberi judul masing-masing sesuai dengan isi buku itu. Manusia bisa memberi kebaikan dan sekaligus kekuatan merusak, maka buku juga bisa berbuat seperti itu. Di satu sisi buku bisa mempengaruhi manusia untuk melakukan hal-hal yang baik dan positif. Di sisi lain, buku bisa merusak pikiran manusia, bisa memberi harapan yang berlebihan kepada manusia sehingga manusia melakukan hal-hal yang melanggar aturan.  Selanjutnya beliau juga memaparkan kalau manusia  memiliki sahabat dan sekaligus juga musuh, maka  buku juga demikian adanya. Maksudnya ada buku-buku yang sangat digandrungi oleh manusia untuk membacanya karena memberi inspirasi kepadanya tunjuk contoh kitab suci. Ada juga buku yang berisi hal-hal yang berbau negatif seperti buku atau majalah yang berbau gambar seronok dll yang harus dijauhkan dari anak-anak untuk melihat dan membacanya dan banyak lagi contoh-contoh lain. 

Kemudian terakhir beliau ungkapkan bahwa bila manusia sakit, maka yang mengobatinya adalah dokter. Begitu pun buku, ia butuh dokter spesialis untuk merawatnya. Dokter ini bertugas untuk mengobati buku ketika buku itu terkena luka. Misalnya jika buku tersebut dimakan rayap, maka dokter tersebut bertugas memberikan obat yang up to date agar luka buku karena dimakan rayap itu bisa segera disembuhkan sehingga wujudnya bisa kembali seperti sedia kala atau mendekati seperti aslinya. Khususnya arsip-arsip yang berumur ratusan tahun memang memerlukan perawatan ekstra agar bisa tetap terjaga wujudnya sampai beberapa abad yang akan datang. 

Maka bagi yang memiliki buku mari kita rawat buku-buku kita dengan baik agar buku itu tetap utuh dan bisa dibaca oleh anak keturunan kita sehingga menjadi amal jariyah bagi kita.

Wallahu allamu bissowab
Bima, 2 Oktober 2014

Leave a Reply