Koe sing PERUBAHAN ?

Koe sing PERUBAHAN ?

Category : Kronik

Max Weber Aktor Perubahan

Zhuna La Bhona. Pertumbuhan masyarakat yang begitu pesat menentukan perkembangan budaya serta munculnya masalah-masalah baru dalam kehidupan sosial, baik ekonomi yang identik dengan kemiskinan, politik yang heboh dengan perebutan kekuasaan dan berlomba mengibarkan bendera dan golongan, lebih-lebih pendidikan yang cenderung pada masalah mutu, sarana dan prasarana pendidikan sehingga berbuntut pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan. 

Dengan makin kompleksnya masalah sosial kekinian, maka siapapun pasti akan mengatakan, kita harus bangkit dan ayo lakukan perubahan. Namun apabila kita hanya terus berwacana tanpa ada usaha yang real, maka perubahan itu hanya tinggal slogan dan motto hidup yang sebentar lagi jadi mimpi di siang bolong.
Perubahan itu semestinya harus kita jemput, hal yang mustahil, sekali lagi saya katakana bila tanpa ada usaha real yang kita lakukan. Namun pertanyaannya kemudian, sebenarya apa faktor – faktor yang dapat membawa angin perubahan social masyarakat itu sendiri? Untuk itu mari kita sedikit memperhatikan hal apa yang membuat kita dapat berubah. 
Pertama, Idea Menurut Max Weber salah seorang penganut paham ini menegaskan dalam bukunnya “The Sociology Of Religion� yang dijelaskan dalam sebuah buku karangan Jalaludin Rahmat, bahwa salah satu faktor yang menghadirkan perubahan adalah idea. Dalam sebuah kutipan buku jalaludin rahmat yang berjudul “Rekayasa Sosial�menyatakan “ sejumah peneiti max weber menyatakan bahwa tesis utama dari weberianisme adalah pengakuan terhadap peranan besar ideology sebagai variabel independen bagi perkembangan masyarakat�. Keberadaan idea ini merupakan angin seegar bagi perubahan, para nabi misalnya nabi Muhammad saw melakukan sebuah perubahan besar dengan meluruskan akhlak dan cara hidup umat manusia lewat wahyu allah dalam Al-qur’an. Atau Mario Teguh dengan ide-ide cemerlangnya dalam bukuya “Golden Weys� yang banyak memotivasi penduduk dunia ini, dengan salah satu kata penghipnotisnya yakni “Super�, itu juga termasuk penulis secara pribadi.
Kedua, Great Individuals As Historical Force (tokoh-tokoh besar) yang sering disebut Heroes atau sebagai pahlawan. Dalam buku karangan yang berjdul “On Heroes�, Thomas charlyl pernah mengatakan bahwa “sejarah dunia adalah …biografi orang – orang besar�. Pemahaman orang seperti charlyl ini bahwa keberadaan tokoh-tokoh besar sangat berpengaruh terhadap perubahan. Berkumpulnya para pengikut dan para simpatisan tentang sebuah tujuan yang satu utuk merubah masyrakat. Contoh kecilnya lagi-lagi penulis ambil dari Indonesia, yakni Ir. Soekarno. Keberadaan tokoh besar ini membawa angin segar bagi perubahan masyarakat Indonesia. Beliau adalah proklamator kemerdekaan RI, yang siapapun pasti mengatakan bahwa Soekarno adalah pengukir sejarah bangsa Indonesia, secara tidak langsung soekarno adalah sejarah bangsa Indonesia.
Ketiga, Social Movement (gerakan sosial), lembaga swadaya masyarakat (LSM). Walaupun kecil, namu existensinya cukup berpengaruh terhadap perubahan social masyarakat. Bukti juga diberikan oleh LSM dalam negri maupun luar negri. Keberadaan yayasan juga dapat menjadi lembaga sosial.
Terlepas dari itu semua, masih ada hal lain yang perlu kita kembangkan dan kukuhkan dan selama ini ita lupa akan hal itu, yakni rasa nasionalisme.
Nah itu adalah bagian kecil faktor pembawa perubahan social masyarakat menurut seorang penulis cupu yang baru belajar merangkak dalam menggerakkan kuas-kuas pikiran dan melahirkan tulisan yang sealakadarnya saja. Semoga bermanfaat …


Leave a Reply