Pelantikan Pengurus BEM Periode 2014/2015

Pelantikan Pengurus BEM Periode 2014/2015

Category : Kronik


Syukri Abubakar. Setelah sukses menghelat pelaksanaan kongres BEM STIT Sunan Giri Bima selama empat hari, panitia menindaklanjutinya dengan pelantikan pengurus BEM STIT Sunan Giri Bima periode 2014/2015 pada Rabu, 26 Nopember 2014. Kepengurusan BEM yang dilantik kali ini diketuai oleh Superwadin. Ia sebenarnya bukan orang baru dalam organisasi intra kampus karena sebelumnya ia menjabat sebagai ketua DPM STIT Sunan Giri Bima. Ia dipilih secara aklamasi oleh peserta kongres karena memang tidak ada calon lain yang mendaftarkan diri. 

Dalam pelantikan kali ini, panitia mengambil tema “Rekonstruksi Paradigma Berorganisasi BEM dalam Mengembangkan Potensi Intelektual, Emosional dan Spiritual Mahasiswa serta Mewujudkan Iklim Akademis Kampusâ€�.  mengomentari tema tersebut, ketua STIT Sunan Giri Bima Drs. H. Mustafa H. M. Ali, M.Pd.I. menjelaskan bahwa mahasiswa harus cerdas dalam tiga hal;
Pertama mahasiswa harus cerdas secara intelektual, artinya mahasiswa harus menggunakan daya nalarnya dalam menyikapi suatu persoalan. Dicontohkannya, jika menerima suatu informasi, maka informasi itu harus dicerna terlebih dahulu, harus diteliti terlebih dahulu apakah informasi itu benar adanya atau tidak. Jangan-jangan informasi itu hanya sekedar isu yang tidak jelas kebenarannya. Beliau menyitir QS. Al-Hujurat ayat 6 yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini – dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) – sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan.
Ayat di atas menjelaskan bahwa jika kita menerima suatu informasi, maka kita jangan menerimanya secara mentah-mentah tapi kita harus terlebih dahulu menyelidikinya untuk mengetahui kebenarannya. Jika kita menghukumi seseorang dengan berita yang masih belum diketahui kebenarannya, maka kita sudah berbuat dhalim kepadanya.
Pada jaman informasi dan teknologi seperti saat ini, banyak informasi yang berseliweran di dunia maya baik yang termuat di Media online, Blog, Facebook, Twitter dan lain-lain. Berita-berita yang termuat didalamnya, ada yang bernilai positif, ada juga yang bersifat negative. Oleh sebab itu, kita perlu menyaringnya sedemikian rupa sehingga kita tidak salah dalam menyikapi suatu persoalan.   
Kedua, mahasiswa harus cerdas secara emosional. Dikatakannya, jika menghadapi suatu persoalan, maka jangan diselesaikan dengan emosi, selesaikanlah dengan hati yang bersih dan hati yang lapang. Ini semua menurutnya harus dilalui dengan proses belajar, yakni belajar menahan diri dan belajar menahan emosi. Jika suatu persoalan diselesaikan dengan emosi yang stabil, maka persoalan itu dapat segera dipecahkan.
Ketiga, mahasiswa harus cerdas secara spiritual. Pada umumnya nilai-nilai spiritual itu antara lain, kebenaran , kejujujran, kesederhanaan, kepedulia, kerja sama, kebebasan, kedamainan, cinta, pengertia, amal baik, tanggung jawab, tenggang rasa, integritas, rasa percaya, kebersihan hati, kerendahan hati, kesetiaan, kecermatan, kemuliaan, keberanian, kesatuan, rasa syukur, humor, ketekunan, kesabaran, keadilan, persamaan, keseimbangan, ikhlas, hikmah, dan keteguhan.
Jika nilai-nilai tersebut menyatu dalam diri seseorang, maka kemungkinan untuk berbuat melenceng bisa diminimalisir. Oleh sebab itu, pengurus BEM baru ini diharapkan dapat memegang nilai-nilai tersebut sehingga amanah yang diemban saat ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Diakhir sambutannya, beliau mengharapkan kepada ketua BEM yang baru agar merencanakan program kerja yang rasional dan terukur sehingga pada waktunya dapat direalisasikan dalam bentuk kegiatan.
Beliau juga tidak bosan-bosan mengajak semua elemen kampus untuk sama-sama membesarkan kampus ini sehingga bisa sejajar dengan kampus-kampus lainnya. Khusus kepada ketua BEM, beliau berpesan agar membantu dalam sosialisasi kampus di masyarakat bersama-sama dengan lembaga STIT Sunan Giri Bima.
Bima, 26 Nopember 2014  

Leave a Reply