Pembukaan Kongres BEM STIT Sunan Giri Bima

Pembukaan Kongres BEM STIT Sunan Giri Bima

Category : Kronik

Syukri Abubakar. Selasa, 18 Nopember 2014 DPM STIT Sunan Giri Bima punya gawe menyelenggarakan Kongres BEM selama tiga hari untuk masa bakti 2014/2015. Kongres kali ini mengambil tema “Optimalisasi potensi mahasiswa STIT untuk menunjang terwujudnya kecerdasan Intelektual, Emosional, dan Spiritual mahasiswa melalui pemimpin yang visioner”. Sejatinya kongres BEM ini dilaksanakan kemarin, namun karena ada kendala teknis, maka pelaksanaannya diundur pada hari ini.
Pembukaan kongres BEM kali ini dihadiri oleh Ketua STIT Sunan Giri Bima, Puket I, II, dan III serta beberapa orang dosen dan seluruh civitas akademika STIT Sunan Giri Bima.
Dalam sambutannya, ketua STIT Sunan Giri Bima menekankan tiga hal. Pertama, profil ketua BEM yang akan dipilih. Menurut beliau, ketua yang akan dipilih tidak hanya pandai berbicara, pandai bercakap dan banyak ngomong, tapi harus memiliki perpaduan antara kemampuan intelektual, emosional dan spiritual. Untuk mengetahu siapa calon yang memiliki kriteria tersebut, dipersilahkan kepada mahasiswa untuk mengenal terlebih dahulu rekam jejak si calon, mana kira-kira diantara calon yang diajukan memiliki kriteria tersebut atau paling tidak mendekati kriteria itu. Jangan sampai calon yang terpilih nanti mengecewakan karena tidak mampu memperjuangkan aspirasi mahasiswa.
Kedua, program kerja yang akan diusung. Setelah ketua BEM terpilih, maka ketua BEM dan jajarannya melaksanakan rapat kerja untuk merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa jabatannya. Hendaklah program kerja yang akan dicanangkan itu, program yang membumi bukan program di atas awang-awang. Artinya program itu tidak muluk-muluk sehingga tidak bisa dijangkau pelaksanaannya.Diharapkan membuat program kerja yang dapat dilaksanakan sehingga apa yang diprogramkan dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
Ketiga. membantu mengembangkan kampus. beliau secara terus terang membeberkan kondisi mahasiswa saat ini yang kuantitasnya semakin menurun. Harapannya, keterlibatan BEM sangat dinanti dalam membantu mensosialisasikan kampus dengan program-program kerja yang menyentuh masyarakat. Seperti bakti sosial, safari ramadhan, lomba antar sekolah, pelatihan atau seminar yang melibatkan sekolah dan masyarakat, dan lain-lain.
Sebelum pak ketua mengakhiri sambutannya, beliau membuka acara kongres ini dengan membaca basmalah yang disambut oleh audiens dengan tepuk tangan yang riuh.
Semoga ketua BEM yang terpiih kali ini dapat membawa angin perubahan di kampus STIT Sunan Gir Bima tercinta. Amin.

Tulisan ini juga dapat diakses di www.stitsunangiribima.ac.id.

Wallahu a’lam
Kota Bima, 18 Nopember 2014


Leave a Reply