Profesor Nyabu

Profesor Nyabu


Syukri Abubakar. Berita mengejutkan datang dari dunia pendidikan Makassar tepatnya Kampus UNHAS, Sebagaimana diberitakan oleh Tribun-Timur Makassar bahwa salah seorang Guru Besar UNHAS Prof Musakkir yang saai ini menjabat sebagai Pembantu Rektor III UNHAS ditangkap oleh Sat Narkoba polrestabes Makassar karena kedapatan sedang nyabu di sebuah hotel bersama Dosen Hukum Ismail Alrif bersama teman wanitanya Nilam yang diduga mahasiswinya sendiri.
Mendengar berita ini, dunia pendidikan seakan mendadak kiamat. Bagaimana tidak, seseorang yang sudah mencapai puncak karirnya di dunia pendidikan bisa jatuh ke lembah nista. Ia sebenarnya menjadi tauladan civitas akademikanya, menjadi tauladan keluarganya, menjadi tauladan masyarakat sekitarnya. Malah yang terjadi sebaliknya, ia telah merusak citra profesor, merusak citra almamaternya, dan citra keluarganya bahkan menurut berita teranyar, istrinya jatuh pingsan mendengar berita tertangkapnya sang suami.
Itulah kesalahan, pelakunya tidak pandang memiliki gelar dan pangkat jabatan tinggi ataupun gelar dan pangkat jabatan rendah, tidak pandang pintar dan bodoh, tidak pandang laki dan perempuan. Kesemuanya kita akan selalu dihantui oleh kesalahan selama kita masih hidup.
Kesalahan yang dilakukan oleh Professor Musakkir ini tentu saja dilakukan dengan kesadaran penuh, beliau sudah tau apa akibat dari perbuatannya, karena kebanyakan orang yang melakukan kesalahan itu, dilakukan secara sadar dan sengaja. Omong kosong pelaku kejahatan tidak tahu bahwa perbuatan itu terlarang. Pemakai, pengedar semua mereka sadar bahwa perbuatan itu dilarang oleh agama dan Undang-undang.
Yang menjadi pertanyaan, mengapa seorang professor masih bisa jatuh ke lembah kehinaan?. Kalau kita menjawab dari sisi agama, maka sebagaimana dijelaskan oleh hadist Nabi Muhammad Saw. bahwa iman seseorang itu sifatnya luwes. Artinya bisa menanjak bisa menurun tergantung kekuatan yang bersangkutan bisa menahan godaan yang datang kepadanya. Nah, kebetulan pas godaan datang, professor Musakkir ini imannya lagi dalam kondisi menurun sehingga gampang termakan oleh godaan dan rayuan syaithan dari jenis jin dan manusia sebagaimana dijelaskan dalam QS. An-Nas ayat 5 dan 6.
Oleh sebab itu, cara keluar dari kondisi demikian adalah kita harus selalu up grade iman kita dengan selalu berdzikir kepada Allah Swt. tiap saat, membiasakan diri membaca al-Qur’an, sholat tepat waktu, dan mencari sahabat main dan diskusi yang menuntun kita ke jalan yang benar. Bila hal demikian yang kita lakukan, insya Allah kita akan terhindar dari perbuatan yang menistakan kita.
Akhirnya semoga berita ini menjadi cermin bagi kita agar tidak udah tergoda dengan kesenangan dunia yang sesaat dan mudah2an kita dijauhkan dari hal-hal yang menjerumuskan kita ke lembah yang hina dina. Amin.


Wallahu a’lam
Kota Bima, 17 Nopember 2014

Leave a Reply