Memorable Journey (2)

Memorable Journey (2)

Category : Kronik

Syukri Abubakar. Selama perjalanan pulang dari pantai KOLO menuju Bandara Sultan Muhammad Salahudin Bima, banyak hal yang dibicarakan dan yang diceritakan. Yang paling saya ingat, beliau banyak mengungkapkan cerita-cerita lucu sampai-sampai beliau sendiri dan kami berdua terpingkal-pingkal mendengar cerita beliau tersebut. Diantara cerita-cerita humar tersebut adalah:
Cerita Pertama. Konon, ketika terjadi kerusuhan di Sampit antara orang Melayu dengan orang Madura dulu, orang Melayu merazia semua orang Madura di Kota itu. Suatu saat, datanglah empat orang pemuda berjalan-jalan di alun-alun kota. Lalu mereka diberhentikan oleh sekelompok orang Melayu untuk menanyakan daerah asal mereka. Ditanyalah mereka satu persatu.
Orang Melayu: mau kemana?
Pemuda 1: Lan Jalan, Jawabnya. Dari jawabannya tersebut, ketahuanlah bahwa ia adalah orang Madura. Maka orang itu pun digebug sampai babakbelur.
Kemudian ditanyakan kepada Pemuda 2
Orang Melayu: Mau kemana?
Pemuda 2: Jalan-jalan, Jawabnya, dengan jawaban tersebut, ia selamat.
Orang Melayu bertanya lagi: Jalan-jalan kemana?
Pemuda 2: Jalan-jalan ke Lun Alun, jawabnya. Dari jawabannya ini, ketahuan lagi kalau ia juga dari Madura. Maka digebuglah dia sampai babakbelur
Lalu ditanyakan kepada pemuda 3
Orang Melayu: Mau kemana?
Pemuda 3: Jalan-jalan
Orang Melayu bertanya lagi; Jalan-jalan kemana?
Pemuda 3: Jalan-jalan ke Alun-alun
Orang Melayu bertanya lagi: Untuk apa jalan-jalan ke alun-alun?
Pemuda 3; Untuk makan Te Sate, maka dengan jawabannya ini dia ketahuan berasal dari Madura. Digebuglah dia sampai babakbelur
Melihat ketiga temannya digebug sampai mampus, maka pemuda yang ke 4 kaburrrrrr. Heheheh.

Cerita kedua.
Ada seorang pemuda Alim sangat menyukai dan tergila-gila dengan wanita berambut pirang. Suatu ketika wanita berambut pirang itu mengajaknya makan di sebuah kafe. Ketika mereka berdua sudah berada dalam kafe, pemuda itu menanyakan wanita berambut pirang itu, mau pesan apa?. Wanita pirang itu menjawab, up to you. Lalu pemuda alim itu pergi menuju kasir memesan makanan dengan mengatakan; Saya pesan makanan up to you. Kemudian kasir itu bertanya; Up to you itu makanan apa? Soalnya saya baru tau sekarang nama makanan up to you. Pemuda alim bingung karena dia juga tidak tau makanan yang seperti apa up to you itu. Ada-ada saja wanita bule ini memesan makanan yang tidak ada dikafe, gerutunya. Lalu pemuda alim itu memberitahukan wanita pirang tersebut bahwa makanan up to you tidak tersedia di kafe ini. Dasar pemuda bodoh tidak tau arti up to you, gerutu wanita itu sambil meninggalkan pemuda tersebut.

Cerita ketiga
Ada orang kampung datang ke Jakarta, dia masuk ke kafe dengan maksud mau makan karena terasa perutnya sudah lapar. Sebelum pesan makanan, ia sempatkan dulu duduk di kursi, ia mendengar ada orang yang pesan ke kasir; Aku pesan Nasi doang ya?. Mendengar pesanan tersebut, ia penasaran ingin makan nasi doang karena di kampung tidak ada nasi doang. Lalu ia berdiri dan pesan ke kasir dengan mengatakan; Mbak saya pesan nasi doang, ingat mbak nasi doang tambah air putih segelas, ia ulangi kata-katanya sampai tiga kali. Setelah memesan nasi doang tersebut, ia duduk kembali ke tempatnya semula sambil menunggu matangnya nasi doang itu. Beberapa saat kemudian, pelayan membawa sepiring nasi dan segelas air putih seperti yang ia pesan tadi. Ia bertanya kepada pelayan, pelayan dimana doangnya? Tadi kan saya pesan nasi doang dengan air putih, sekali lagi nasi doang dengan air putih. Kok nasi dan air putih aja yang diantar?.Terus doangnya mana? Mendengar pertanyaan orang kampung tersebut, si pelayan tersipu-sipu, dan bergumam dasar orang kampung yang sok tau. Heheheheh

Cerita keempat
Cerita yang keempat ini sering saya dengar waktu kuliah di Surabaya dulu, yaitu Ada orang Madura datang ke Surabaya untuk sekedar jalan-jalan. Sesampainya di Tanjung Perak, ia menaiki Bus DAMRI menuju kota Pahlawan Surabaya. Bus melaju dengan kencang sampailah di jalan Sudirman. Lalu kondektur bilang Sudirman, Sudirman, Sudirman, bis berhenti dan turunlah beberapa penumpang. Kemudian Bus melaju lagi dengan kencang dan sampailah di jalan Darmo. Kondektur menyahut lagi, Darmo, Darmo, Darmo, lalu bus berhenti, maka turunlah beberapa penumpang. Bus berangkat lagi dan lari dengan kencangnya sehingga sampailah di jalan A. Yani. Kondektur lagi-lagi menyahut lagi, A. Yani, A. Yani, A. Yani, Bus berhenti dan beberapa penumpang turun. Kemudian Bus melaju lagi sampai Bungurasih dan berhenti disana. Ada seorang yang belum mau turun, lalu ditanya oleh kondektur; pak sudah nyampe terminal Bungurasih kok belum turun-turun. Penumpang itu mengatakan, saya belum dipanggil-panggil, dari tadi kan sampean panggil Sudirman, Darmo, A. Yani, lah saya belum dipanggil. Mendengar keluhan penumpang tersebut, kondektur bertanya, siapa nama bapak? Penumpang itu menjawab; nama saya Abdurrahman. Lalu kondektur itu memanggil-manggil nama Abdurrahman tiga kali. Mendengar namanya dipanggil, baru bapak tadi turun dari BUS. Heheheheh.

Bima, 7 Desember 2014.

Leave a Reply