Wejangan Ketua Yayasan saat Yudicium

Wejangan Ketua Yayasan saat Yudicium

Category : Kronik

Irwan Supriadin J. Alhamdulillah salah satu dari rangkaian prosesi wisuda telah digelar, tahun STIT Sunan Giri Bima me-yudicium dan mewisuda sebanyak 159 orang mahasiswa.
Seperti tahun-tahun yang lalu, ketua yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Darut Tarbiyah Bima Drs. H. Muhammad H.M. Nur diberi kesempatan untuk menyampaikan pesan sekaligus wejangan kepada segenap keluarga besar civitas akademika.


Di awal sambutannya Ketua yayasan mengajak kepada segenap hadirin untuk terus berpacu dalam meningkatkan kualitas diri dan kemampuan untuk menghadapi tantangan hidup pada masa yang akan datang.
Senada dengan ketua STIT, ketua yayasan juga berpesan kepada mahasiswa untuk menanamkan kecintaan kepada almamater, kecintaan tersebut salah satunya dengan mensosialisasikan STIT di tengah masyarakat dimana pun mahasiswa atau alumni berada, karena keberadaan mahasiswa merupakan unsur penting yang menunjang keberadaan STIT pada masa-masa yang akan datang.

“Sebagai salah satu pendiri, saya merasa sedih dengan kondisi mahasiswa STIT yang semakin berkurang akhir-akhir ini, ini lucu…..” demikian ungkapan beliau sambil terbata-bata.

Dalam sambutan tersebut beliau sempat bercerita tentang suka duka mendirikan STIT hingga STIT bisa tumbuh dan berkembang seperti saat ini.
Ketua yayasan juga sempat memuji pembangunan fisik yang telah dilakukan.
“Dulu orang selalu menertawakan saya, apa itu pak Muhammad bangun kampus kayak kandang kambing” demikian beliau menirukan. Tapi lihatlah sekarang, yang dulunya kandang kambing sekarang telah memilili gedung sebesar ini, ini semua tentu tidak akan terwujud jika tidak ada kerja keras dan keikhlasan”
“Namun STIT harus segera melakukan pembenahan, kemajuan tidak hanya pada gedung yang indah, tapi juga harus diisi dengan mahasiswa yang banyak” beliau melanjutkan.
Untuk menjawab persoalan demikian solusi yang beliau tawarkan.
Pembenahan yang dimaksud adalah :
Pertama :
Segera lakukan sosialisasi besar-besaran dengan cara terjun langsung ke tengah masyarakat dengan melibatkan semua unsur dan sumber daya yang ada, sebagaimana yang pernah dilakukan pada saat kampus ini baru dirintis. “Bila perlu stop dulu pembangunan fisik sehingga dana yang ada dapat digunakan untuk sosialisasi agar kemunduran ini tidak berlarut” tegasnya.
Kedua:
Tingkat efektifitas kerja organisasi dengan meningkatkan partispasi secara kolektif semua komponen kelembagaan dimulai dari unsur pimpinan sampai pada pegawai di level bawah
Ketiga :
Yayasan Pondok pesantren Darut Tarbiyah Bima hendaknya konsisten dalam mengelola dan mengembangkan pendidikan berbasis agama saja. “Biarlah kita konsisten di jalan sirotul mustaqim, kita konsisten menjadi obor ummat dan terus berjalan di bawah naungan kementrian agama, insya allah pasti berkah” demikian pintanya.
Keempat :
harus ada upaya lembaga untuk melakulan proses kaderisasi personil dengan memanfaatkan semaksimal mungkin sumber daya manusia yang telah dimiliki.
Kelima :
Kepada para mahasiswa dan alumni hendaknya menunaikan segala kewajiban agar kampus bisa senantiasa eksis dan survive dalam menyelenggarakan proses pendidikan. Beliau berharap tunggakan biaya pendidikan yang masih ada agar segera dilunasi.
Demikian beberapa tawaran solusi yang disampaikan oleh ketua yayasan Pondok Pesantren Darut Tarbiyah Bima menyikapi kondisi terkini STIT Sunan Giri Bima.
Diakhir sambutannya ketua yayasan meminta kepada hadirin agar apa yang baru saja disampaikan harus dimaknai sebagai nasehat orang tua kepada anak.
” usia saya sudah 70-an tahun, namun demi STIT sy tetap kuat untuk menghadiri acara yudicium dan wisuda, itu tidak lain karena kecintaan pada lembaga pendidikan ini”.
Demikian sambutan ketua yayasan Pondok Pesantren Darut Tarbiyah Bima pada acara yudicium 17 Desember 2014.
Semoga saja harapan beliau bisa menjadi cambuk pemicu untuk menyemangati dan menginspirasi menuju perubahan dan kemajuan STIT pada masa yang akan datang
Amin…





Kota Bima, 17 Desember 2014


Leave a Reply