Undangan Workshop ke BALI: Hemmmm

Undangan Workshop ke BALI: Hemmmm

Category : Kronik

Syukri Abubakar. Rabu, 14 Januari 2015, saya ditelpon oleh pak Ketua untuk segera menghadap ke kantor ada telpon dari Kemenag RI yang meminta email kampus. Saya segera bergegas ke kantor beliau, sesampai disana saya mengucapkan salam. Beliau mempersilahkan saya masuk dan memberitahukan akan ada telpon susulan dari kemenang. 

Beberapa saat kemudian, telpon berdering lalu saya angkat dan terdengar suara dari seberang yang menanyakan email kampus. Saya mengeja email tersebut secara perlahan-lahan agar ia bisa menuliskannya secara benar. Setelah dirasa benar email yang saya eja tersebut, ia memberitahukan agar saya menunggu beberpa saat.
Tidak menunggu lama, saya langsung cek email yang masuk. Benar, ternyata email udah masuk dan saya perlihatkan kepada ketua apa isi email tersebut. Dalam perihal undangan, tertera: Undangan Workshop “Pengembangan Kurikulum Perguruan Tinggi dan Pembelajaran 2015â€�, Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu – Senin Tanggal 17 – 19 Januari 2015, Pukul 12.00 Wita s/d 21.30 Wita. Bertempat di: Grand Hotel Nusa Dua Bali, Jl. Nusa Dua Selatan No. 8 Denpasar – Bali, dengan permintaan mengutus 2 (dua) orang yang berkompeten dalam bidangnya.
Menanggapi informasi tersebut, pak ketua meminta saya untuk memprintkan email itu agar bisa dibaca dan didiskusikan dengan unsur pimpinan lainnya. Lalu saya printkan dan memberikannya kepada pak ketua. Kebetulan dalam ruangan pak ketua saat itu, ada puket I dan puket II. Mereka mendiskusikan isi undangan tersebut dan menyimpulkan akan mengirim 2 peserta. Dari hasil dialog singkat mereka diputuskan bahwa yang akan diutus untuk mengikuti workshop tersebut adalah yang paling mengetahui Kurikulum. Dalam hal ini Puket I dan Prodi PAI. Karena Puket I tidak bisa memenuhi undangan dengan alasan kesehatan, maka Puket I mendelegasikan ke Kabiro Akademik. Maka diminta kesiapan kaprodi PAI dan Kabiro Akademik untuk memenuhi undangan tersebut dan pak ketua meminta saya dan pak Fatur untuk segera memesan tiket pesawat Bima-Bali PP.
Mendengar saya dan pak Fatur akan diutus ke Bali untuk mengikuti workshop itu, Aba Iwan Sadarudin selaku operator data PDPT segera mengecek di FB PD DIKTI apa undangan tersebut benar adanya?, karena ketika mengikuti pelatihan dulu, pembicara sempat mengingatkan bahwa apapun jenis kegiatan yang dilaksanakan oleh DIKTI akan dimasukkan dalam FB PD DIKTI. Jika tidak ada undangannya dalam FB tersebut, maka dinyatakan PALSU. Setelah ia cek ternyata undangan itu tidak ada. Lalu Aba Iwan berkoordinasi dengan kawan-kawan operator PD DIKTI kampus lainnya ternyata mereka menerima juga email undangan yang sama. Mereka kemudian memperhatikan bentuk undangannya, ternyata tidak sama dengan format undangan DIKTI biasanya. Hal ini terlihat dari formatnya yang tidak bisa langsung diprint karena kelebihan margin, tandan tangan scan yang bisa dipindahkan. Dari hasil pengecekan tersebut, Abaiwan memutuskan bahwa undangan ini belum bisa dipercaya. Lalu ia menelpon saya memberitahukan kejanggalan-kejanggalan surat tersebut.
Saya kemudian menelpon pak Fatur memberitahukan bahwa undangan workshop itu diduga PALSU lalu pak Fatur meneruskan informasi ini ke pak Ketua. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kebenaran informasi ini, saya mencoba menghubungi nomor telpon yang ada di undangan itu atas nama Drs. HM. R. Anwar Kamal, S.Pd Melalui No.Hp: 0823 1011 5557. Nomor tersebut saya coba hubungi seharian, namun tidak aktif.
Setelah mendengar info dari Abaiwan itu, maka pada Kamis, 15 Januari 2014 sesampai di kampus, saya membuka web dikti dan ternyata disitu tertera bahwa email berupa undangan workshop itu dinyatakan PENIPUAN. Jelas sudah bahwa penelpon dan email yang dikirim itu terbukti PALSU dan PENIPUAN. Selang beberapa menit kemudian, hp saya berbunyi, mau saya angkat langsung dimatikan. Ternyata dia hanya miscall saja. Lalu saya cek nomornya, ternyata nomor pak Anwar Kamal sebagaimana yang tertulis di undangan workshop tersebut. saya kemudian menelpon balik untuk mengetahui informasi lebih lanjut dari bapak itu, karena sebelumnya saya sudah mengirim nomor rekening yang digunakan untuk transfer dana transportasi. Bapak itu bilang, kami akan didaftarkan sebagai peserta workshop dengan biaya 10 juta per orang. Untuk informasi lebih lanjut, saya diminta telpon 10 menit lagi.
Mendengar jawab seperti itu, saya segera ke ATM untuk mengalihkan sisa saldo yang ada, ke rekening saya yang lain, takutnya nanti saya terhipnotis dan mentransfer sisa saldo saya itu ke rekening dia. Lah rugilah saya karena ketipu. Setelah itu, saya tidak menghubunginya lagi sampai saat ini.
Itulah pengalaman tiga hari terakhir ini semoga menjadi perhatian kita semua agar hati-hati dan teliti terhadap semua informasi baik melalui HP, Email atau lainnya yang datang keapda kita.
Wallau a’lam

Kota Bima, 16 Januari 2014


Leave a Reply