Demam Batu Akik Melanda Bima-Dompu

Demam Batu Akik Melanda Bima-Dompu

Category : Artikel

Akhir-akhir ini, batu akik sedang hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat Bima-Dompu. Perbincangan ini tidak saja dari mulut ke mulut tapi juga melalui media cetak dan media sosial online facebook. Gencarnya pemberitaan ini menyebabkan batu akik naik daun sehingga diburu dimana-mana, tidak saja kalangan pejabat teras tapi masyarakat awam pun tidak ketinggalan membicarakan dan memburunya untuk keberuntungan ekonomi.

Dari keterangan kakak ipar saya bahwa demam batu ini mulai membumi ketika Presiden SBY menghadiahkan sebuah cincin batu, jenis batu bacan kepada presiden AS Obama ketika Obama berkunjung ke Indonesia dulu. Cincin hadiah itu kemudian dipakai oleh Obama dalam beberapa kesempatan. Berawal dari pemberitaan ini, para pejabat teras mulai memperbincangkan batu cincin tersebut lalu timbul kekaguman akan keindahan dan nilai estetiknya sehingga mereka jatuh cinta terhadap batu cincin itu.
Demam batu ini, tidak saja melanda para pejabat tinggi tapi sudah menyasar masyarakat awam. Mereka beranggapan bahwa situasi ini adalah peluang untuk mengumpulkan keberuntungan ekonomis sebanyak-banyaknya, sehingga tidak heran bermuncullah tukang batu akik dadakan  di berbagai desa dengan peralatan gerindanya. Sebut saja kalau di kota Bima lokasinya mulai dari kelurahan Dara, Paruga, Penaraga, Dodu sampai kelurahan Lampe. Begitu juga di desa MUKU BOLO. Kalau kita melewati desa MUKU, kita akan melihat pengrajin batu akik yang sedang mengasah batu dengan gerinda miliknya.  
Begitu juga yang terjadi di Dompu, menurut penuturan kakak Ipar saya, malah di Dompu lebih parah lagi. Semua kalangan demam batu. Mereka secara sendiri-sendiri atau berkelompok mencari batu di gunung-gunung dan sungai-sungai siapa tau bisa mendapatkan batu yang diinginkan. Bahkan kakak Ipar ini yang awalnya tidak begitu condong ke batu, saat ini, katanya ikut-ikutan “gila batu�. Malah ia sudah memiliki gerinda sendiri untuk membentuk batu cincin.
Ada sebagian pengrajin batu yang pada awalnya diremehkan oleh sebagian masyarakat bahkan isterinya sendiri mencibirnya karena dianggap buang-buang waktu saja. Tapi dengan berjalannya waktu ternyata kegiatan mereka memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Batu yang dulu tidak pernah dihiraukan dan tidak memiliki harga, saat ini, sudah berharga ratusan ribu bahkan jutaan tergantung jenis batunya. Apalagi jenis batunya berupa batu bacan (bacan doko dan palamea), batu cincin safir, batu cincin zamrud, batu cincin ruby, batu topaz, batu opal (kalimaya), batu sungai dareh, batu giok, batu kecubung, dan batu lavender. Batu-batu ini bisa berharga jutaan rupiah, bahkan konon harganya milyaran rupiah. Duh, jika harga batu itu milyaran rupiah, alangkah tidak ada nilainya si uang dihadapan si abang batu, hehehhehe. Kalau saya punya uang sebanyak itu, mendingan dibelikan property untuk masa depan dan disisihkan untuk disedekahkan kepada orang yang membutuhkan.
Dari fenomena demam batu ini, ada dua sisi yang dapat dijelaskan, sisi positif dan sisi negatifnya. Sisi positif. 1) Membuka lapangan pekerjaan baru. Awalnya sebagian pengrajin batu tidak memiliki pekerjaan tetap tapi dengan terjun di bisnis ini, mereka mendapatkan keuntungan yang luar biasa. 2) Menumbuhkan jiwa seni seseorang dalam menilai sebuah keindahan mahluk ciptaan Tuhan berupa Batu. 3) Berdasarkan pengamatan singkat seorang kawan, demam batu ini mengalihkan perhatian mereka yang biasa berbuat sesuatu yang tidak bermanfaat  ke pekerjaan yang memberikan manfaat secara ekonomi.
Sedangkan dari sisi negatifnya. 1) Membuat orang lupa. Lupa waktu karena memburu batu kemana-mana sehingga melupakan isteri dan anak-anaknya.  2) Menyebabkan orang berbuat boros. Seberapapun harga batu itu, karena ia sangat menyukainya, maka ia akan membelinya. 3) Bisa jatuh dalam kesyirikan. Menurut beberapa informasi yang saya kumpulkan bahwa batu itu ada yang memiliki daya magis atau batu bertuah. Batu bertuah inilah yang banyak diburu oleh orang. Menurut informasi juga bahwa batu bertuah ini banyak manfaat yang diperoleh. Diantaranya sebagai sarana pengasihan (cinta), sarana penglarisan dagangan, sarana mendapatkan atau melanggengkan jabatan, sarana mendapatkan kharisma dan kewibawaan, sarana untuk menjadi pribadi yang tangguh, perlindungan diri terhadap nasib buruk dan serangan sihir, dan lain sebagainya.
Nah, Jika keyakinan seperti itu muncul dalam diri seseorang, maka menurut saya, dia sudah jatuh dalam kesyirikan karena sudah meyakini kemampuan batu melebihi kemampuan Tuhan. Sabda Rasululla Saw.:“Barangsiapa menggantungkan jimat,ia telah berbuat syirik.�(HR. Imam Ahmad, Al-Hakim dan Abu Ya’la). Orang yang memakai benda yang sudah diisi dengan energi TD/TM maka Allah tidak akan menyempurnakan hidupnya dan hidup mereka tidak akan tenteram, begitu juga bagi yang meyakini adanya aura tertentu dengan khasiat tertentu pada suatu benda.
Rasulullah telah bersabda, â€� Barangsiapa menggantungkan (memakai) jimat Allah tidak akan menyempurnakannya (yakni tidak akan menjauhkannya dari musibah) dan barangsiapa menggantungkan tumbal (sejenis jimat untuk menenteramkan perasaan) Allah tidak akan membiarkannya hidup tenteram.â€� (HR. Imam Ahmad).
Jika menggunakan batu mulia atau batu akik sekedar untuk perhiasan semata dan tidak diyakini memiliki khasiat tertentu maka hukumnya mubah atau sah-sah saja memakainya sebagaimana Rasulullah Saw. menggunakan cincin untuk stempel surat yang dikirim ke beberapa pemuka masyarakat pada waktu itu sebagai sarana da’wah Islamiyah.
So, silakan kawan-kawan penggemar batu cincin untuk memilih cara yang benar sesuai dengan ajaran Rasulullah Saw. Semoga tidak tergelincir.
Wallahu a’lam
Kota Bima, 10 Januari 2015

Leave a Reply