Promosi Jalur Barat (1); Bolo dan Madapangga

Promosi Jalur Barat (1); Bolo dan Madapangga

Category : Kronik

Jum’at pagi kemarin, Puket II bapak Drs. H.M.Saleh Ishaka mengonfirmasi kepada saya mengenai kesiapan promosi kampus di jalur barat Bolo, Madapangga, Soromandi dan Donggo. Saya jawab, Insya Allah besok sabtu, 21 Februari 2015 kami siap menjalankan tugas dengan catatan segala sesuatu yang berkaitan dengan perlengkapan berupa brosur, kalender, dan spanduk serta kebutuhan perjalanan lainnya harus segera dipersiapkan. Puket II pun memberi sinyal bahwa kebutuhan perjalan itu sudah ada tinggal diambil saja.

Maka pagi tadi sekitar jam 07.30, kami bertiga saya, Abaiwan da om Yasser, meluncur menuju lokasi. Dalam perjalan dari Bima menuju Sila, kami mendapati beberapa pohon tumbang di pinggir jalan serta banyak masyarakat yang sedang membersihkan sisa-sisa dahan kayu yang bertebaran di tengah jalan. Menurut informasi, kemarin sore sekitar jam 18.30 an Wita terjadi angin kencang dan hujan deras yang mengguyur kecamatan Belo, Palibelo, Woha, Bolo hingga Madapangga sana. Dari kejadian itulah yang menyebabkan pohon-pohon banyak yang tumbang. Ada yang terpotong dahannya, ada juga pohon yang tercerabut  sampai akarnya, ada juga yang cerita kalau genteng-genteng rumah banyak yang berjatuhan dan pecah berantakan.

Dengan melewati sisa-sisa guyuran hujan dan angin ribut tersebut, kami pertama sekali menyapa pegawai MIN Bolo. Disini kami ditemui oleh ibu wakil kepala sekolah. Kepala sekolahnya lagi rapat di Parado, begitu jelasnya. Kepada beliau, kami menyampaikan maksud kedatangan yakni untuk memberikan informasi bahwa di kampus STIT terdapat tiga prodi, salah satunya prodi PGMI. Mungkin diantara guru dan keluarga guru-guru disitu ada yang berminat untuk kuliah pada program studi tersebut. Untuk melengkapi promosi tersebut, kami memberikan brosur dan kalender duduk untuk dipasang di meja kepala sekolah. Beliau pun berjanji akan menginformasikan berita ini ke teman-teman guru dan sanak kerabat dan masyarakat yang dapat dijangkau.  
Selanjutnya, kami meneruskan perjalanan menuju MAN 3 Sila. Ketika kami masuk, kami diterima baik oleh waka kurikulum. Kami dipersilahkan masuk di ruang pak kepala Drs. Ayat untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan disana. Baru saja kami menjelaskan sedikit informasi mengenai STIT, bapak kepala sekolah memsuki ruangan. Kami pun dipersilahkan untuk melanjutkan pembicaraan. Saya jelaskan kepada kepala sekolah bahwa kami datang untuk promosi kampus STIT, siapa tau ada diantara adik-adik siswa siswi yang berminat untuk mendaftar di prodi PAI, PGMI, dan PBA. Kami juga memberikan kalender duduk dan brosur untuk membantu siswa siswi mengenal kampus STIT, serta kami minta ijin untuk memasang spanduk di lingkungan madrasah. Mendengar penjelasan dan permintaan kami tersebut, beliau mempersilahkan kami membagi brosur pada siswa-siswi yang dituju dan spanduknya beliau sarankan agar dipasang di tempat yang strategis yakni pagar depan madrasah biar bisa dibaca oleh banyak orang.
Menurut beliau, masyarakat Bolo pada umumnya beliau begitu familiar dengan kampus STIT, kebanyakan mereka hanyak mengenal kampus-kampus umum. Oleh sebab itu, ke depan, promosinya harus lebih gencar lagi agar masyarakat luas lebih mengenal lagi kampus STIT. Kalau mau, tambah beliau, promosi ini bisa juga disampaikan pada siswa ketika mereka mengikuti acara yasinan pada pagi hari jumat. Pada saat itu, dipersilahkan gunakan waktu 15 sampai 30 menit untuk promosi kampus STIT. Bisa disampaikan oleh dosennya, atau oleh mahasiswa STIT yang sedang melakukan PPL. Menyambung saran tersebut, saya kemudian menghubungi mahasiswa PPL yang pada saat itu kebetulan hadir di sekolah adinda Rini Andriani. Saya minta padanya agar diinformasikan kepada kawan-kawan mahasiswa PPL untuk membantu promosi kampus pada saat siswa siswi mengikuti acara yasinan pada pagi hari jum’at tersebut.
Selesai dari situ, kami lanjutkan promosi ke MIN Rade, MA al-Falah Rade, SMAN 1 Madapangga  dan MIS Yasim Dena. Di MIN Rade kami diterima baik oleh ibu kepada sekolah dan beliau berjanji akan menyampaikan informasi ini kepada seluruh guru dan siapa saja yang berminat. Begitu juga ketika kami mengunjungi SMAN 1 Madapangga dan MIS Yasim Dena. Di MA al-Falah Rade, disamping membagi brosur, kami juga memasang spanduk. Di MA ini, menurut informasi kepala sekolah, jumlah siswanya sekitar 50 an orang. Beliau menyarankan agar spanduk dipasang di dalam lingkungan sekolah saja karena kalau dipasang di pagar depan sekolah, dikhawatirkan diambil oleh orang. Beliau juga akan mengupayakan agar siswa-siswanya ada yang kuliah di STIT.  Semoga Aminnn.
Wallahu a’lam
Bersambung
Kota Bima, Sabtu, 21 Februari 2015

Leave a Reply