Promosi Jalur Timur: Wawo, Sape dan Lambu

Promosi Jalur Timur: Wawo, Sape dan Lambu

Category : Kronik

Pada sosialisasi kampus kali ini, saya dan Abaiwan ketiban jalur Wawo Sape Lambu. Ketiga kecamatan tersebut diyakini sebagai lumbung alumni STIT. Hal ini terlihat dari banyaknya  jumlah alumni yang telah wisuda berasal dari ketiga wilayah tersebut. Sehingga tidak heran ketika kami berkunjung di sekolah MIS/MIN dan MA/MAN di sana, banyak alumni STIT yang kami temui.

Sekolah pertama yang kami datangi adalah MIS Yasim Pesa yang dikepalai oleh Ibu Suhada. Ketika kami berdua masuk di sekolah ini, kami disambut oleh seorang alumni. Kami jelaskan kedatangan kami kesitu ingin promosi prodi baru STIT. Oleh sebab itu, kami ingin ketemu kepada sekolah, Jelas saya. Lalu ia mempersilahkan kami untuk menemui ibu kepala sekolah dalam ruangan. Beliau ada di dalam, tambahnya. Tak menunggu lama, kami pun masuk ruangan dan menjelaskan kepada ibu kepala mengenai tujuan kami berkunjung. Ibu kepada sekolah pun menerima kami dengan senang hati dan berjanji akan menyampaikan informasi ini kepada guru-guru atau orang lain yang berminat.

Sekolah berikutnya Madrasah Aliyah al-Mubarak Raba Wawo. Di sekolah ini kami bertemu dengan M. Yasin dan Taufan. Kabarnya, M. Yasin saat ini telah diangkat menjadi kepala Sekolah MA tersebut. Sementara Taufan disamping sebagai guru, juga sebagai staf disitu. Pada dua orang alumni ini, kami titipkan brosur dan kalender duduk sebagai media komunikasi dengan siswa-siswinya dalam memperkenalkan kampus hijau. Siapa tau diantara sekian siswa-siswinya itu, ada yang tertarik untuk kuliah di kampus STIT. Mereka berdua berjanji akan membantu mensosialisasikan STIT di madrasahnya mudah-mudahan ada yang berniat untuk daftar. Ia juga menginformasikan bahwa di MIN Raba Wawo yang bersebelahan dengan MA al-Mubarak, terdapat banyak alumni STIT yang mengajar disana. Ia juga berjanji akan memberikan informasi secukupnya kepada kawan-kawan yang mengajar disana.
Di samping menyambangi MA al-Mubarak dan MIN Raba, kami juga menyempatkan diri menyambangi SMAN 1 dan 2 Wawo. Kebetulan di kedua sekolah ini, terdapat mahasiswa kita yang sedang melakukan PPL. Melalui mereka, kami berpesan agar mempromosikan kampus sambil membagikan brosur kesemua siswa khususnya siswa-siswi kelas tiga.
Setelah selesai di Wawo, kami lanjutkan perjalanan menuju Sape. Sekolah pertama yang kami kunjungi adalah MIS Yasim Sari yang dikepalai oleh bapak Abdul Hafid. Di MIS ini, menurut kepala sekolahnya, hampir separoh gurunya adalah alumni STIT. Alumni-alumni ini berjuang bersama beliau membesarkan sekolah tersebut sehingga terlihat bangunannya lumayan bagus. Kami jelaskan bahwa tujuan kedatangan kami adalah memberikan informasi secara langsung mengenai keberadaan prodi-prodi yang ada di kampus STIT saat ini. Bahwa saat ini sudah ada tambahan prodi baru, yaitu prodi PGMI dan PBA. Besar harapannya agar keluarga besar guru MIS Yasim Sari bisa mengkuliahkan anak-anaknya di prodi-prodi yang terdapat di STIT.
Bapak kepala sekolah menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang disampaikan oleh dosen IAIN Mataram ketika mengikuti PLPG di Mataram dulu, bahwa guru kelas di MIS/MIN ke depan harus berijazah s1 PGMI. Jadi sangat tepat sekali STIT Sunan Giri Bima mendatangkan jurusan tersebut. Dan insya Allah informasi ini akan disampaikan kesemua guru dan masyarakat yang berminat. Begitu beliau menambahkan.
Sekolah berikutnya adalah MIS al-Munawarah Sape. Ketika kami memasuki MIS al-Munawarah sape, kami disambut dengan senyuman oleh guru-guru disana. Mereka adalah alumni STIT. Ada seorang ibu guru yang mengaku alumni 2008. Beliau bercerita kalau alumni STIT yang mengajar disitu sudah pada sertifikasi semua kecuali yang baru mengajar. Kami menjelaskan kepada kepala sekolah bahwa kedatangan kami disitu adalah untuk menginformasikan bahwa kampus STIT sudah memiliki dua prodi baru yaitu PGMI dan PBA. Bapak kepala sekolah menyambut baik berita ini dan akan menyampaikannya di semua guru dan masyarakat yang berminat. Beliau juga menjelaskan bahwa jaman dulu, disitu pernah dilakukan proses belajar mengajar mahasiswa STIT kampus Sape tapi karena satu dan lain hal, proses belajar mengajar tersebut tidak bertahan lama, hanya satu tahun saja. Kami mengiyakan cerita tersebut karena kami juga pernah diinformasikan oleh unsur pimpinan tentang hal itu, cuma tidak tahu persis dimana tempat penyelenggaraannya. Oh ternyata disitu rupanya. Hehehe.
Bersambung…
Wallahu a’lam
Kota Bima, 15 Februari 2015  

Leave a Reply