Pelatihan Pembuatan TAS CANTIK di Doridungga

Pelatihan Pembuatan TAS CANTIK di Doridungga

Category : Kronik

Senin, 27 Juli 2015, kembali Laskar L-Bima Craf menyapa teman-teman KKN PAR lokasi Doridungga dalam rangka melaksanakan pelatihan kreativitas tangan berupa pengenalan pembuatan tas dari talikur. Pelatihan kali ini diikuti oleh 1 pelatih profesional dan 6 orang pelatih inti serta didampingi oleh dosen Pembimbing dan panitia KKN.

Berangkat dari kampus sekitar jam 08.30 ditemani si merah maron dengan joki handal yang sudah tidak diragukan lagi kelincahannya dalam menguasai medan terjal, siap mengarungi jalan doridungga dan sekitarnya.


Tidak ketinggalan si kuning emas APV cabang Godo ikut mendampingi menguasai medan terjal tanah donggo.

Kurang lebih 45 menit perjalanan dengan melalui rute sila-bajo-doridungga, sampailah kami di posko KKN PAR Doridungga yang disambut senyuman bahagia kawan-kawan penghuni posko, Pak Ruslan, Hifzil Eri Fitria​, Wulandari Putri Shila​ dan kawan-kawan lainnya. Mereka terlihat sumringah kala personil L-Bima Craf dan kawan-kawan panitia menuruni tangga mobil.
Sebelum memulai pelatihan, kawan-kawan KKN PAR segera berkoordinasi dengan perangkat Desa menginformasikan kepada kaum ibu dan remaja untuk segera mendatangi balai desa mengikuti pelatihan pembuatan tas cantik ala Than Putry Intan​, Anggia Fitriliana​, Uny Wahyuni​, Nilam Sari​, Miisraah Mishii Azzah, Bang Ucok, NhurLabelle Ciwintara, Dyan Syah​, de el el. Begitu juga, untuk menarik perhatian warga, Laskar L-Bima Craf membawa tas prodak mereka, ikut door to door mengajak ibu-ibu dan anak-anak remaja untuk ikut nimbrung mengikuti pelatihan dimaksud. Dari usaha itu, beberapa menit kemudian, berdatanganlah ibu-ibu dan anak-anak remaja berkumpul di balai desa mengikuti pelatihan dasar pembuatan tas.
Setelah berkumpul, mereka dibekali tali kur yang sudah disiapkan oleh Laskar Bima Craf. Dengan sabar dan tekun, Laskar Bima Craf mengajari mereka bagaimana memulai menyulam tas cantik itu setahap demi setahap. Mereka terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Semuanya ingin agar bisa menyulam tas sampai tuntas sehingga menghasilkan prodak. Memang, belajar menyulam seperti ini, menurut bang Pena Tambora​, kalau belum mengetahui dasar-dasar pembutannya, tidak bisa sekali pertemuan langsung jadi tas, butuh beberapa kali pertemuan. Jika diijinkan, bang Pena Tambora dan laskas Bima Craf siap datang lagi untuk menuntaskan kegiatan ini. Begitu janjinya kepada staf desa Doridungga. Staf tersebut menyambut dengan senang hati jika Laskar Bima Craf mau datang lagi melatih ibu-ibu dan remaja-remaja Doridungga.
Setelah kegiatan selesai kira-kira pukul 13.00 Wita, pembimbing KKN PAR Doridungga pak Samsuddin menginformasikan bahwa kawan-kawan semua sedang ditunggu di desa O’O. Kita diundang untuk santap siang disana. Begitu ujar pak Sam. Mendengar itu, maka semua kawan-kawan segera meluncur menuju TKP. Disana telah tersaji santap siang dengan menu special UTAJANGA PURU dengan sambal khas O’o Donggo, tomat campur bawang merah. Ede nikmat jar Ngaha tiwara ma da tambah mena edaq, hehehe. Au walip dou ma puasa re tambah tolu kali hik hik hik.
Kenyang udah kami rasakan, kami pun mengucapkan terima kasih kepada tuan Rumah atas kebaikannya menjamu kami hari ini. Kami pun pamit pulang dengan harapan bisa bertemu lagi di lain kesempatan.
Perjalan pulang kami pilih rute Doridungga-O’O-Mpili-Tumpu-Sila. Konon rute ini termasuk rute berbahaya karena jalannya sempit, tikungannya tajam dan turunannya lumayan menegangkan. Tapi tenang, si joki kali ini top markotop. ia sudah terbiasa dengan rute yang kayak gini karena dah berpengalaman melintasi rute ROKA-KABORO-KUTA-SAMBORI. hehehe benar tah????. Disamping itu, pemandangannya sungguh menakjubkan, begitu indah dan mempesona. Maka setiap ada pemandangan yang indah itu, si kuning Emas APV cabang Godo selalu berhenti untuk sekedar menikmati pemandangan dan mengabadikannya dengan selfi bareng.
Bima, 27 Juli 2015

Leave a Reply