Menyampaikan Amanah, Menemukan Khazanah

Menyampaikan Amanah, Menemukan Khazanah

Category : Artikel

Agenda saya hari ini Sabtu, 12 September 2015 ingin menyampaikan amanah Aba Du Wahid berupa dua buah buku karangan isterinya Atun Wardatun yang berjudul “Bukan Satu Mata� kepada Sohib karibnya yang bernama Atiq yang saat ini menjadi dosen di Fakultas Adab UINSA Surabaya. Ya… hanya itu nama yang diberitahukan kepada saya waktu memberikan buku itu di Mataram kemarin. Sejatinya, saya sudah familiar dengan nama ini, namun saya belum pernah face to face berhadapan langsung dengan beliau atau sudah pernah ketemu dulu tapi ndak tau kalau itu pak Atiq.
Untuk menemui beliau, saya menelpon sohib Nasaruddin Hisjar yang juga dosen Adab UINSA Surabaya. Darinya saya mendapatkan info kalau pada hari ini, semua dosen Fak Adab berkumpul di GreenSA dalam rangka pertemuan pemberdayaan Dosen. Sementara dia sendiri tidak bisa mengikuti acara tersebut karena masih ada urusan di luar kota.

Berdasarkan info A1 itu, saya pagi-pagi standby di depan loby GreenSA sambil menunggu kedatangan beliau. Sebenarnya, hampir 60 % sosok dosen Fak. Adab, saya mengenalnya dengan baik, karena diantara mereka ada yang mengajar saya di AN-NUR tempat saya bermukim waktu menjadi mahasiswa, juga sebagian lagi merupakan teman-teman yang pernah tinggal di AN-NUR yang saat ini sudah diangkat menjadi dosen.
Saat menunggu itu, datanglah mereka satu persatu. Prof. Burhan Jamaluddin, Dr. Ghazali Said. Keduanya telah banyak membantu saya dalam memberikan motivasi dan semangat dalam menggali ilmu pengetahuan. Prof. Burhan Jamaluddin telah membuka jalan untuk saya dengan surat rekomendasinya dalam rangka menggapai cita-cita dan impian masa depan. Sementara Dr. Ghazali Said merupakan guru yang tidak kenal lelah mendidik saya dan kawan-kawan di AN-NUR dengan kajian pengetahuan agama yang berbasis bahasa Arab Inggris yang begitu dalam dan tentu saja berkah. Masih ingat kata-kata beliau, ketika awal-awal di AN-NUR “kalian adalah santri pertama sebagai percontohan, insya Allah kalian akan sukses semua dengan catatan disiplin beribadah dan mengikuti kegiatanâ€�. Begitulah motivasi dan do’a yang beliau sampaikan pada saat itu. Dan sekarang, berdasarkan informasi dari kawan-kawan, hampir semua santri pertama itu, berhasil semua. Alhamdulillah. Kalo ada yang belum sukses, angkat tangan… hehehee.
Berikutnya, datang dua orang dosen. Saya tanyakan apakah pak Atiq udah datang, ia menjawab, belum kelihatan. Oh berarti beliau belum datang. Selang beberapa menit, datang lagi dua orang dosen. Dosen yang satu, sepertinya saya kenal, tapi saya tidak tau namanya. Sementara dosen yang lain saya tidak mengetahui namanya. Lalu saya sapa dosen yang saya kenal itu, ia terdiam sebentar lalu berkata: sepertinya saya kenal bapak tapi siapa ya?. Lalu saya coba mengingatkan beliau bahwa saya adalah Syukri, teman belajar di AN-NUR dulu. Mendengar keterangan itu, baru ia ingat. Saya Syaikhu, ujarnya mengingatkan. Kemudian saya menanyakan keberadaan pak Atiq. Langsung bapak di samping yang sedari tadi berdiri, menyahut bahwa beliaulah yang bernama Atiq itu. Oh kalau begitu, inilah orangnya yang saya cari.Saya pun memberikan dua buah buku itu kepadanya. Beliau bilang terima kasih sambil berlalu tergesa-gesa memasuki lift karena acara pertemuan sudah dimulai sejak tadi.
Dikarenakan waktu masih pagi, saya menyusun agenda berikutnya, mengunjungi toko buku Togamas yang terletak di kawasan Margorejo, namun sebelum ke situ, saya ingin bernostalgia sambil mengenang kembali masa-masa kuliah dulu di kampus hijau UINSA Surabaya. Dengan mengendarai motor butut Supra Fit keluaran 2007, saya menelusuri jalan A.Yani yang penuh sesak dengan mobil, bus, anggot dan sepeda motor dari berbagai merek, dengan penuh kehati-hatian. Jika tidak, maka bisa-bisa motor kita ketabrak, tubuh tertindas dan nyawa melayang. Hiii ngeri deh. Jangan sampe terjadi.
Begitulah, tidak terasa tiba-tiba sudah berada di depan kampus tercinta. Namun, alangkah kagetnya saya melihat sekeliling kampus. Sudah berdiri bangunan-bangunan bertingkat yang akan terlihat kokoh dan megah dengan pondasi beton-beton nan kuat dan tangguh. Saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Direncanakan tahun 2016 atau 2017 pengerjaan bangunan sudah rampung dan bangunan siap dipergunakan. Di lokasi Fakultas Syari’ah sendiri, pekerja sedang sibuk merampungkan pengerjaan bangunan entah tingkat berapa. Memory jaman kuliah dulu yang ingin saya abadikan, tinggal kenangan yang hanya ada dalam foto, surat cinta dan dunia ingatan. hehehe.
Sejurus kemudian, sayup-sayup saya mendengar suara orang yang bernyanyi, tepatnya orang lagi samroh. Karena penasaran, saya pun menuju suara itu ingin memastikan sedang ada acara appah. Oh.. dispanduk tertulis UKM UINSA EXPO. Dalam sambutan singkatnya, Presiden Mahasiswa mengungkapkan alasan mengapa acara ini digelar. Ingin memperkenalkan kepada semua mahasiswa baru bahwa di UINSA itu terdapat beberapa UKM (Unit Kegiatan Mahasiwa) yang bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa sesuai dengan minat dan bakatnya. Di antara UKM yang ditampilkan adalah UKM Ikatan Qira’ah Mahasiswa (IQMA), UKM Penghafal Qur’an, UKM Pramuka, UKM Soldaritas (majalah kampus), Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), UKM paduan suara, UKM sehati (pencaksilat), UKM olahraga (bola, voly, bulutangkis), UKM Perkumpulan kaum Intelektual, dan lainnya.
Pada hari ini, mereka menampilkan kebolehan dan keterampilan yang mereka miliki di depan mahasiswa baru, sebagai hasil dari latihan-latihan yang mereka lakukan selama ini. Unjuk gigilah istilahnya agar mahasiswa baru terpikat dan akhirnya mau bergabung. Penampil pertama adalah UKM Sehati. Dari keterangan pembawa acara bahwa UKM ini pernah menjuarai beberapa event perlombaan yang diadakan, mulai tingkat perguruan tinggi sampai tingkat Propinsi Jawa Timur. Mereka menampilkan gaya pencak silat indah, mematahkan batu bata, beton es dan beton kapur dengan kepala dan tangan, dan bergelantungan dengan bola neon. Penampilan mereka cukup meriah plus menegangkan karena khawatir kepala atau tangan mereka terluka. Namun hal itu tidak terjadi. Penampilan ini juga sangat memuaskan bagi penonton dengan banyaknya aplaus yang diberikan ketika penampil menyelesaikan tugasnya.
Penampilan selanjutnya dari UKM Penghafal al-Qur’an. Ada diantara anggota mereka yang sudah pernah meraih juara tingkat propinsi Jawa Timur, nasional bahkan mencapai level internasional. Menghafal mulai dari 1 sampai 2 Juz, 5 Juz, 10 Juz, sampai 30 Juz, Luar biasa. Semboyan mereka adalah: Kuliah, Yes. Hafal al-Qur’an, Yes. Aktifis, Yes.
Karena keterbatasan waktu dan hari mulai siang, saya tidak bisa mengikuti semua rangkaian acara. Cukuplah itu sudah terwakili pikirku. saya memutuskan untuk kembali kepada rencana awal, yakni mengunjungi toko buku Togamas. Saya ingin melihat-lihat buku apa saja yang tersaji disana. Siapa tau ada buku yang menarik untuk dibaca dan dibawa pulang. Ya tentu saja buku-buku yang tidak jauh-jauh dari ilmu yang kudalami selama ini.
Akh…hawa semakin panas karena sudah menunjukkan pukul 01.00 WiB, badan mulai terasa capek, perut mulai merengek rengek untuk diisi, yaahh di tokonya sebentar saja jadinya. Insya Allah kalo sudah butuh buku pasti dibeli juga nantinya.

Surabaya, 13 September 2015


Leave a Reply