Perempuan dalam al-Qur’an

Perempuan dalam al-Qur’an

Category : Artikel


Siapa saja perempuan yang disebutkan dalam al-Qur’an?. Untuk menjawabnya, saya dengan tidak sengaja membaca buku pesanan pak Irwan Supriadin II yang berjudul “Qur’an Menurut Perempuan; Membaca Kembali Kitab Suci dengan Semangat Keadilan” yang dikarang oleh Amina Wadud. Buku ini sejatinya sudah saya miliki enam bulan lalu namun untuk tema ini baru saya baca tadi.
Menurut penelusuran Aminah Wadud dari sumber kitab tafsir yang berbahasa Inggris dan Arab, ada beberapa perempuan yang disebut dalam al-Qur’an. Ia membuat dua kategori dilihat dari segi kemunculannya baik dalam periode Makkah maupun dalam periode Madinah.

Kategori satu meliputi perempuan-perempuan yang disebutkan tapi sedikit sekali penjelasan tentang diri mereka. Menurutnya, penyebutan ini dimaksudkan untuk membantu menjadikan suatu kisah masuk akal, sebab mereka tidak berbicara atau memerankan apapun. 
Daintaranya adalah; (1) Elizabeth dalam (Qs. 3: 40 dan Qs. 19: 5,7) isteri Zakaria. (2) Banaatii (Qs.11: 78) anak-anak perempuan atau gadis-gadis (dari kotaku), dikatakan oleh Nabi Lut (3) Aisyah (Qs. 24: 11) isteri Nabi Muhammad Saw. (4) Zainab (Qs. 33: 37) isteri Nabi Muhammad Saw., janda dari anak angkat Nabi, Zaid (5) Banaat (Qs. 33: 59) anak-anak perempuan Nabi Muhammad, gadis-gadis di kotanya. (5) Imra’ah Nuh (Qs. 66: 10) istri Nuh. (6) Auraa’ (Arwa) binti Harb bin Umayyah atau yang terkenal dengan sebutan Ummu Jamil binti Harb, Imra’ah (Qs. 111: 4,5) isteri Abu Lahab.
Kategori kedua meliputi perempuan-perempuan yang melakukan tindakan tertentu atau mengutarakan kata-kata tertentu, tapi signifikansi dari kata-kata dan tindakan itu terbatas pada peristiwa tertentu dalam kehidupan mereka dan kehidupan Nabi. diantaranya; (1) Imra’ah Lut (Qs. 7: 83, 29: 33, 11:81, 15:60, 27: 57), istri Lut. (2) Sarah (Qs. 11: 71, 51: 29) istri Ibrahim. (3) Zulaiha, imra’ah al-Aziz (Qs. 12: 23) perempuan yang menggoda Yusuf. (4) an-Niswah (Qs. 12: 30) tamu-tamu perempuan Zulaiha (5) Raytah binti Sa’d (Qs. 16: 92) dia yang menguraikan benang. (6) Maryam ukht Musa (Qs. 20: 40, 28: 7) saudara perempuan Musa. (7) Imra’atayn 9Qs. 28: 23) dua perempuan dari Madyan. (8) Azwaj an-Nabi (Qs. 33: 28) isteri-isteri Nabi Muhammad, juga dikenal sebagai ummahatul mukminin ibu kaum yang beriman. (9) Khalwah binti Tsa’labah, al-Mujadilah, wanita yang mengajukan gugatan (Qs. 58: 1) isteri Aws. (10) al-Muhajiraat (Qs. 60: 10) pengungsi perempuan. (11) Ba’dh azwaajuh, satu atau lebih isteri-isteri Nabi Muhammad Saw. (Qs. 66: 3) dalam hal ini diyakini merujuk ke ‘Aisyah dan Hafsah.
Kategori ketiga meliputi perempuan istimewa karena menyangkut orang-orang yang menjalankan fungsi unik dari perspektif kitab suci itu sendiri dan dari perspektif manusia. Mereka telah melakukan amal ibadah khusus, telah menunjukkan komitmen moral agama mereka dan/atau membentuk sebagian dari suatu kondisi luar biasa yang berpengaruh pada semua umat manusia. Mereka itu adalah; 1) Eve, Hawa (Qs. 2: 35, 4: 1, 7: 19) isteri Adam. 2) Hannah, Anna, atau Anne (Qs. 3: 35) perempuan: imra’ah Imran, ibu dari Maryam. 3) Asiyah (Qs. 28: 9, 66: 11) isteri fir’aun. 3) Umm (Qs. 20: 38, 28: 7), umm atau ibu Musa. 4) Bilqis, imra’ah (Qs. 27: 23) Ratu Saba’. 
Itulah beberapa perempuan yang disebutkan dalam al-Qur’an sebagaimana yang dicatat oleh Amina Wadud berdasarkan penelusurannya dari beberapa kitab Tafsir. Namun setelah saya cek kembali dalam al-Qur’an, saya menemukan kesalahan pengutipan nomor ayat dan surat dalam buku itu, misalnya Umm Jamil binti Harb, immra’ah ditulis surah ke 11 ayat 4 dan 5 padahal yang benar surah ke 111 ayat ke 4 dan 5, barangkali angka 1 nya kehapus. Lalu informasi Asiyah isteri fir’aun dikatakan dalam Qs. 20: 36 padahal ayat itu tidak ada kaitannya dengan Asiyah, begitu juga dalam Qs. 28: 7 seharusnya yang benar Qs. 28: 9, dan Qs. 66: 12 seharusnya yang bener Qs. 66: 11. wallau a’lam. 
Surabaya, 30 Mei 2016

Leave a Reply