Do’a sebagai Tabungan untuk Kehidupan yang Abadi

Do’a sebagai Tabungan untuk Kehidupan yang Abadi

Category : Kultum Ramadhan


Berdo’a adalah sarana manusia untuk meminta kepada Sang Khaliq agar apa yang diinginkan atau yang dikehendaki cepat dikabulkan. Dalam hal meminta, tentu saja memiliki tatakrama yang harus diikuti. Kalau kita perhatikan Qs. al-Fatihah, ayat 1 – 5 berisi pujian-pujian kepada Allah, Dzat tempat meminta. Khususnya ayat ke 5 dijelaskan bahwa kita harus menyembah dulu kepada-Nya baru kita memperdengarkan apa yang kita minta. Artinya sebelum meminta, kita harus memuji-muji dan mengagungkan Dzat tempat kita meminta.
Begitulah doa’-do’a sholat fardhu dan sholat sunnah yang kita panjatkan selalu didahului dengan puji-pujian dan mengagungkan sang Pencipta.


Agar do’a-do’a yang kita panjatkan dikabulkan oleh Allah Swt., barangkali kita bisa menyimak beberapa hal berikut ini, diantaranya:

Pertama, orang yang berdo’a. Biasanya do’a yang cepat dikabulkan itu adalah do’a ibu dan bapak untuk anak-anaknya, do’a anak untuk orang tuanya, do’a musafir, do’a orang yang didholimi, do’a orang yang berpuasa, dan lainnya.
Kedua, tempat berdo’a. Tempat-tempat yang mustajab untuk berdo’a adalah di Makkah, di Madinah, dan di Masjidil Aqsa Palestina.
Ketiga, waktu berdo’a. Waktu-waktu yang mustajabah untuk berdo’a adalah pada bulan ramadhan, pada hari jum’at, pada waktu sholat wustha yaitu sholat Ashar. Waktu-waktu lain yang mustajab adalah sepertiga malam, antara adzan dan iqamat, pada waktu sujud akhir, antara dua khutbah, dan setelah salam sebelum melakukan hal-hal yang lain.
Keempat, materi yang diminta. Jangan meminta sesuatu di luar kapasitas kita. Mintalah sekiranya kita mampu menggapainya. Misalnya, kalau kita profesinya petani, jangan minta menjadi menteri. Jika kita hanya seorang guru, jangan berangan-angan menjadi presiden. Kalau seorang politikus, wajar kita minta jadi ketua partai atau bahkan minta jadi presiden. Jadi sekali lagi, berdo’alah sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas kita saat ini.  

Allah Swt. mewanti-wanti agar kita selalu berdo’a kepada-Nya karena do’a itu pasti akan dikabulkan-Nya. Begitulah janji Allah Swt. yang diproklamirkan dalam Qs. al-Baqarah: 186.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran�.

Do’a-do’a yang kita panjatkan itu dikabulkan oleh Allah Swt. dalam berbagai bentuk. Bisa jadi sesuai dengan permintaan kita, bisa juga berbentuk lain yang lebih baik dari itu. Misalnya kita minta sepeda motor, dalam realitasnya malah bisa membeli mobil. Jika saja do’a-do’a yang kita panjatkan itu tidak dikabulkan di dunia ini, maka kita tidak usah buruk sangka kepada Allah Swt. karena tidak mengabulkan do’a kita. Semua doa’ yang kita panjatkan itu pasti akan kita dapatkan di akhirat kelak dengan balasan yang lebih dahsyat melebihi apa yang kita minta. Apalagi kita memintanya puluhan kali, ratusan kali bahkan ribuan kali. Pasti Allah Swt. akan mengabulkannya sesuai dengan banyaknya permintaan kita itu. Karena sebagaimana yang dijelaskan tadi bahwa Allah Swt. sudah berjanji akan mengabulkan do’a kita.

Kita harus yaqin terhadap janji Tuhan itu bahwa do’a yang kita panjatkan pasti dikabulkan. Bagi orang yang yaqin terhadap janji Tuhan, malah berkeinginan agar do’a-do’anya tidak usah dikabulkan di dunia ini, biar hasil do’anya itu ia nikmati di akhirat kelak. Sebab kenapa?. Kehidupan dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan akhirat lebih baik dan kekal selamanya. Sesuai firman Allah Swt. yang artinya:  

“… Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.� [Qs Al-Mukmin: 39]
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (Qs. Al-An’Am: 32)
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Qs. al-Ankabut: 64)

Jadi wajar saja bagi mereka yang mengetahui kehidupan akhirat, bersemangat menumpuk-numpuk do’a untuk bekal akhirat. So, nunggu apa lagi, mumpung masih dalam suasana bulan suci ramadhan, mari jangan bosan-bosan kita memperbanyak do’a untuk kita tabung sebagai bekal kehidupan akhirat kelak. Wallahu a’lam.

Surabaya, 17 Juni 2016


Leave a Reply