Jawaban Atas Pertanyaan Pak Irwan Supriadin

Jawaban Atas Pertanyaan Pak Irwan Supriadin

Category : Kronik

Pak Irwan Supriadin memberi komentar terkait dua buah tulisan saya sebelumnya yang belum nampak mengulas dua hal, bagaimana cara mahasiswa KKN PAR memperkenalkan diri dengan masyarakat sehingga bisa diterima, dan hal apa saja yang diprogramkan dan bagaimana realisai program-program tersebut?.

Untuk memenuhi rasa ingin tahu pak Irwan Supriadin dan mungkin kawan-kawan yang laen, walaupun tidak menunjukkan rasa ingin tahunya dengan memberikan komentar, terkait dengan kedua persoalan di atas, saya coba menguraikannya berikut ini berdasarkan keterangan “seseorang� yang saya anggap valid dalam memberikan informasi.

Memang informasi yang diberikan tidak mencakup semua desa, tapi cukuplah cerita satu desa ini mewakili desa-desa yang laen hanya sebagai syarat untuk memperjelas kondisi awal mahasiswa KKN PAR memasuki desa dan bagaimana mereka menjalankan program kerjanya.

Informan tersebut menceritakan bahwa ketika mahasiswa KKN PAR memasuki desa, mereka diterima dengan senang hati oleh perangkat desa. Namun demikian, mahasiswa KKN PAR harus menghadapi kenyataan adanya dwi kepengurusan karang taruna desa dan sulitnya membangun komunikasi dengan kepala desa. Jika hal ini dibiarkan, maka menurut informan tersebut, rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN PAR tidak akan bisa berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, harus mencari cara agar dua kubu karang taruna itu bisa damai. Begitu juga mahasiswa KKN PAR harus mencari cara bagaimana menundukkan kepala desa agar semua kegiatan mahasiswa KKN PAR mau didukung olehnya.

Ketika diadakan rembug desa, mahasiswa KKN PAR diminta oleh pembimbingnya untuk mempertegas sikap terhadap dualisme kepemimpinan karang taruna. Pihak mahasiswa mengatakan bahwa jika karang taruna tidak mau bersatu untuk membantu menuntaskan program-program yang akan dilakukan oleh mahasiswa KKN PAR, maka mahasiswa siap bekerja secara mandiri tanpa minta bantuan pemuda setempat. Oleh sebab itu, mahasiswa meminta agar dualisme yang sudah berlangsung lama ini, segera diakhiri dengan cara melaksanakan pemungutan suatu ulang untuk memilih ketua yang definitif.

Mendengar ketegasan sikap mahasiswa tersebut, maka pemuda merasa malu jika tidak ikut cawe-cawe dalam membantu mensukseskan program yang akan ditetapkan. Oleh karenanya, mereka sepakat dengan apa yang ditawarkan oleh mahasiswa KKN PAR agar diadakan pemilihan ulang. Pemilihan ulang pun dilaksanakan sehingga menghasilakan seorang ketua baru.
Kepada desa secara khusus mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN PAR karena telah membantu memberikan solusi terbaek terkait dualisme kepengurusan karang taruna yang sudah berjalan cukup lama yang sangat sulit disatukan sehingga menghambat jalannya program kepemudaan di desa tersebut.
Bermula dari situ, maka program kerja yang telah direncanakan secara bersama-sama dengan aparat desa, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh wanita dan laen-laen, selalu didukung pelaksanaannya oleh kepala desa dan pemuda sehingga berjalan dengan lancar dan meriah. sebagai contoh, kegiatan Ramadhan berjalan dengan sukses dan meriah.

Kemudian Untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar, mahasiswa KKN PAR memulai dengan memberi sesuatu kepada warga sekitarnya. Contoh kecil, ketika memasak sayur mayur, mereka membagikan sebagiannya untuk tetangga sebelah. Dengan cara seperti ini, mereka telah memberi contoh bahwa hidup bertetangga itu harus saling berbagi. Tidak menunggu lama, mahasiswa KKN PAR menikmati hasil dari kebaikan mereka itu dengan selalu menerima pemberian dari tetangga berupa beras, makanan dan lain-lainnya, sehingga mereka tidak kekurangan suatu apapun.

Informan juga menambahkan, walaupun jumlah mahasiswa KKN PAR yang aktif di desa tersebut terbilang sedikit, tapi karena tiap mahasiswa mahasiswi memiliki skill individu, maka mereka mampu menunjukkan kebolehan mereka dihadapan warga. Ada yang mampu bernyanyi dengan suaranya yang aduhai merdunya, ada yang pandai mengaji dengan suara emasnya, dan ada juga yang pandan dan rajin mengajar. Dari kemampuan ini, mereka selalu diminta kesediaannya untuk mengisi setiap ada acara yang diselenggarakan oleh desa atau pun oleh warga desa.

Salah seorang warga bercerita bahwa kepada desa itu sebenarnya sangat sulit memberikan acc untuk mengeluarga dana pembangunan masjid. Namun ketika mahasiswa KKN PAR yang meminta, kepala desa langsung mengiyakan bahkan jika ada kekurang akan diberi tambahan. Warga tersebut merasa heran juga terhadap perubahan sikap kepala desanya. Sepertinya, kepala desa sangat yaqin dan percaya bahwa mahasiswa KKN PAR benar-benar akan melaksanakan program kerjanya dengan tuntas. Mahasiswa KKN PAR pun membuktikannya dengan terlihatnya masjid yang sudah dicat dengan bagus, tinggal menunggu penulisan kaligrafi keliling oleh ahlinya.

Barangkali melihat kesungguhan kerja mahasiswa KKN PAR inilah yang membuat perubahan sikap kepala desa tersebut. Ini artinya mahasiswa KKN PAR telah berhasil meluluhkan hati pemuda dan kepala desanya sekaligus. (kira-kira desa mana ya???) silahkan ditebak kawans!.

Itulah beberapa informasi terbaru yang saya dapatkan sebagai bahan renungan untuk perbaikan KKN PAR ke depan. Wallau a’alm.

#BRAVO KKN PAR STIT
#Pain Mboto Mahasiswa Ma Aktif Bunebempara

Surabaya, 16 Juli 2017

Leave a Reply