Meraih pahala berlipatganda di bulan Ramadhan

Meraih pahala berlipatganda di bulan Ramadhan

Category : Inspirasi Pagi

Dalam menyambut kehadiran bulan ramadhan tahun 1348 H ini, sang Kyai menyampaikan ceramah agama terkait bulan ramadhan. Beliau mengatakan bahwa orang-orang yang sudah meninggal dunia saja, meminta kepada Tuhan agar dikembalikan lagi ke dunia untuk berbuat amal sholeh. Orang kafir berkata: ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia untuk berbuat amal sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan. Qs. al-Mukminun: 99-100;

“Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah Aku (ke dunia). 

Agar Aku berbuat amal yang saleh terhadap yang Telah Aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”.

Namun permintaan mereka itu sia-sia belaka karena mereka sudah berada di alam barzakh yang sudah tidak bisa lagi kembali ke alam dunia.

Sang Kyai mengingatkan bahwa orang yang sudah meninggal, merasakan bagaimana siksaan yang dialaminya dalam kubur, mereka merengek-rengek kepada Tuhan agar dikembalikan lagi ke dunia dalam rangka beramal sholeh namun permintaa mereka sia-sia belaka.

Orang-orang yang beriman dalam kuburan, juga merasa menyesal karena tidak maksimal dalam berbuat baik. Jika seandainya mereka tau dahulu di dunia bahwa pahala kebaikan itu sangat bermanfaat untuk kehidupan di alam barzakh dan alam akhirat, maka mereka akan melakukan kebaikan dengan berlipat ganda dan meninggalkan segala perbuatan dosa. Jikalau di dunia dahulu aku menjalankan semua perintah Tuhan dan menjauhi segala larangannya dengan sungguh-sungguh, tidak menunda-nunda berbuat kebajikan, bersedekah sebanyak-banyaknya, beramal shaleh sebanyak-banyaknya, alangkah bertambah-tambahnya kenikmatan yang ku peroleh, begitu kira-kira harap mereka, namun harapan itu hanya ilusi yang tidak akan pernah terlaksana.

Oleh karena itu, pada bulan ramadhan yang penuh berkah, rahmat dan  ampunan ini, sang Kyai mengajak kepada jama’ah untuk memperbanyak amal kebajikan, memperbanyak sedekah, memperbanyak baca al-Qur’an, memperbanyak dzikir dan amal-amal kebaikan lainnya, karena amal kebajikan pada bulan ini, dilipat gandakan pahalanya daripada beramal di luar ramadhan.

Rasulullah Saw. Menyampaikan bahwa “Jika umatku tahu nilai yang ada dalam bulan Ramadhan, maka pasti mereka berharap seluruh bulan menjadi bulan Ramadhan�.

Rasulullah Saw. juga bersabda, “Dalam bulan biasa, pahala setiap kebajikan dilipatgandakan 10 kali lipat, namun dalam bulan Ramadhan pahala amalan wajib dilipatgandakan 70 kali lipat dan amalan yang sunah disamakan dengan pahala amalan wajib di luar Ramadhan.” (HR Muslim)

Sholat fardhu di bulan ramadhan dilipat gandakan pahalanya menjadi 70 kali lipat. Sementara Sholat sunnah sama pahalanya dengan sholat fardhu di bulan lain. Artinya sholat sunnah mendapatkan pahala 10 kali lipat di bulan ramadhan. Sholat sunnah qabliyah subuh saja, menurut hadist Nabi Saw. yang lain, sama dengan dunia seisinya. Jika seandainya kita menyakini janji Tuhan ini seyakin-yakinnya, maka kita tidak akan rela melewatkan waktu detik demi detik kecuali untuk berbuat kebaikan. Oleh karenanya, sang Kyai menganjurkan untuk meraih sebanyak-banyaknya pahala yang diberikan oleh Tuhan pada bulan ini. Karena hasilnya nanti akan menjadi bekal kehidupan akhirat kelak nan abadi selama-lamanya.

Terkait dengan tingkatan pahala sholat ini, sang Kyai menyinggung juga tempat-tempat yang memiliki nilai pahala lebih. Sang Kyai menginformasikan bahwa sholat di masjidil haram Makkah sama pahalanya dengan seratus ribu kali sholat di masjjid yang lain. Sholat di masjid Nabawi Madinah sama dengan seribu kali sholat di masjid lainnya. Sholat di masjdil Aqsho Palestina sama dengan dua ratus lipa puluh kali sholat dimasjid lainnya, karena dalam hadist disebutkan bahwa sekali sholat di masjidil haram sama dengan empat kali sholat di masjidil Aqsho.

Nabi Saw. bersabda: 

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.� (HR. Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173.)

Tinggal hitung sendiri berapa banyak pahala diperoleh jikalau alaman-amalan tersebut dikerjakan pada bulan ramadhan. Alangkah berlipatgandanya bukan?.  Untuk itu, sang Kyai memberi ijazah, agar bisa cepat berangkat menunaikan ibadah haji atau umrah, beliau menyarankan supaya rajin-rajin membaca surat Yaa Siin, surat al-Waqi’ah, surat ar-Rahman, Tabaarak, kalau masih belum bisa berangkat juga, sang Kyai menganjurkan untuk menggunakan surat tanah. Penjelasannya ini disambur gerrrr oleh para jama’ah sholat subuh. Wallahu a’alm

Surabaya, 28 Mei 2017


Leave a Reply