Sosialisasi Kampus di Sampungu

Sosialisasi Kampus di Sampungu

Category : Kronik

Sosialisasi kampus kali ini, Jum’at, 22 Maret 2019 dipusatkan di desa Sampungu Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Sesuai dengan rencana, rombongan dosen start dari kampus pukul 09.30 Wita. Perjalanan menuju desa Sampungu berjarak cukup jauh sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjangkaunya. Menurut informasi, diperkirakan memakan waktu 2 jam perjalanan.

Setelah rombongan menyusuri perjalanan panjang yang berkelok dan mendaki, sampailah rombongan di desa Sampungu sekitar jam 11.45 Wita. Sholat Jum’at dimulai pada 12.15 Wita. Selama perjalanan, ketua rombongan Abdussalam, M.Pd. I. sempat khawatir, jangan-jangan tidak bisa sampai di Sampungu tepat waktu sehingga tidak bisa melaksanakan sholat Jum’at. Namun berkat kelihaian driver, rombongan sampai di tempat beberapa saat sebelum jum’atan dimulai.

Pada kesempatan ini, ustadz Julkarnain, S.Pd.I. atau yang biasa disapa UJ dipercaya untuk menjadi khatib sholat Jum’at dan ustad Ridwan, S.Pd.I. menjadi Imam. Dalam khutbahnya, UJ menjelaskan tiga hal. Pertama, suatu hal yang harus dilakukan oleh umat Islam agar mendapatkan syafa’at dari Nabi adalah dengan selalu mengingat beliau dengan membaca shalawat. “Bagaimana bisa mendapatkan syafaat Nabi di akhirat kelak jika tidak pernah menyebut nama beliau di dunia”. Jelasnya. Oleh karenanya, ia mengajak jama’ah agar membiasakan membaca shalawat kepada Nabi sehingga kelak di akhirat mendapatkan syafaat darinya.

Kedua, bulan ini adalah bulan Rajab di mana terdapat peristiwa penting dalam Islam yaitu peristiwa isra’ dan mi’rajnya Nabi besar Muhammad Saw.,  dalam rangka menerima perintah sholat. Sholat merupakan kewajiban setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan. Oleh sebab itu, sholat harus selalu ditegakkan. Jangan sampai ada pikiran memulai sholat pada umur 30, 40 atau bahkan 50 tahun karena hal itu akan merugikan dirinya sendiri, karena amal yang pertama kali dihisab nanti di akhirat adalah sholat. Oleh karena itu, sejak dini, anak-anak harus diperkenalkan dengan sholat sehingga dia ajeg, istiqamah mendirikan sholat lima waktu sampai akhir hayat.

Ketiga, mencari ilmu. Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah dengan ilmu”. Hadist ini menegaskan bahwa mencari ilmu adalah sangat penting untuk meraih dunia sekaligus akhirat. Carilah ilmu setinggi-tingginya hingga s1, s2, bahkan sampai s3.

Menyambung khutbah UJ tersebut, setelah selesai Jum’atan, ketua STIT Sunan Giri Bima Dr. Syukri Abubabar, M.Ag. memberikan informasi kepada para jama’ah tentang keberadaan kampus STIT saat ini. Ia menjelaskan bahwa kampus STIT saat ini berbeda dengan sebelumnya, karena saat ini memiliki program-program unggulan yang dapat mencetak mahasiswa menjadi mahasiswa yang siap bersaing dengan alumni kampus lain di dunia kerja.

Kampus STIT tidak hanya mencetak mahasiswa pintar dalam hal ilmu pengetahuan tapi juga mencetak mahasiswa handal dalam kreativitas atau life skill sehingga ketika keluar nanti diharapkan sudah siap menciptakan lapangan kerja sendiri. Wallahu a’lam.

Dara Bima, 22 Maret 2019

 

 

 

 

 


Leave a Reply