Wadu Pa’a: Situs Warisan Budaya Tak Ternilai

Wadu Pa’a: Situs Warisan Budaya Tak Ternilai

Category : Kronik

Sosialisasi Kampus kali ini sangat menegangkan dan melelahkan karena melewati jalan yang mendaki dan berkelok-kelok dan jaraknya pun lumayan jauh sehingga tidak heran salah seorang dari rombongan mengalami mabuk darat.

Namun demikian, perjalanan kali ini sungguh sangat luar biasa karena beda dengan perjalanan-perjalanan sebelumnya. Perjalanan kali ini dapat dibilang sebagai sosialisasi kampus sekaligus wisata sejarah. Karena jalan yang dilalui kebetulan melewati situs budaya yang cukup terkenal dan mensejarah yaitu situs Wadu Pa’a batu yang dipahat yang terletak di desa Kananta Kecamatan Soromandi  Kabupaten Bima. Situs ini merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi. Konon situs ini merupakan hasil pahatan dari sang Bima sebelum beliau meninggalkan dana Mbojo.

Jika diperhatikan, situs Wadu Pa’a merupakan tempat pemujaan ajaran Buddha tetapi bercampur dengan ajaran Hindu dengan  memuja Śiwa karena terdapat relief Ganeśa, Śiwa Mahāguru, Buddha, dan relief stupa dengan berbagai tingkat payung (chattra).

Di sebelah kanan situs Wadu Pa’a terdapat sebuah telaga kecil (Kancoa) yang terletak dipinggir pantai yang menyemburatkan air tawar. Konon di sumber air inilah sang Bima mengambil air minum selama tinggal di sana.

Ketika kita keluar dari situ Wadu Pa’a di sebelah selatan, kita dimanjakan dengan pemandangan yang cukup mengagumkan pada sebuah pohon kelapa. Pemandangan ini sangat langka karena jarang ditemukan di tempat lain. Sebuah batang pohon kelapa yang memiliki tiga cabang kira-kira 10 sampai 15 meter di atas permukaan tanah yang menggambarkan lafad Allah. Sungguh fenomena alam yang cukup unik sebagai amuzing tree, pohon yang sungguh luar biasa. Wallahu a’lam.

Dara Bima, 22 Maret 2019

 


Leave a Reply