Ada yang Baru di RasaBou

Ada yang Baru di RasaBou

Category : Kronik

Pada hari rabu malam tanggal 3 April 2018 Rombongan Civitas Akademika STIT Sunan Giri Bima kembali melaksanakan Safari Hari Besar Islam, yakni peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad Saw. tahun 1440 H di Kecamatan Asakota. Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerja sama dengan masyarakat Lingkungan Rasabou Kelurahan Jatibaru Timur yang menjadi tempat pelaksanaannya.

Meski sempat ada kekhawatiran batalnya acara ini karena kota Bima diguyur hujan merata sejak siang hingga Magrib, namun berkat kekompakan dan kerjasama panitia pelaksana dan masyarakatnya akhirnya dengan segala kelebihan dan kekurangannya acara yang dimulai sekitar pukul 20.30 Wita ini dapat terlaksana dengan sangat berkesan dan tidak mengecewakan.

Kegiatan ini terasa sangat istimewa karena cukup banyak penampilan yang ditunjukkan mahasiswa dan mahasiswi dari Kampus Hijau ini. Semua pengisi tiap-tiap acara mulai dari MC, pra acara sampai acara penutup diborong oleh civitas akademika STIT Sunan Giri Bima. Hal ini semakin menunjukkan betapa kampus STIT Sunan Giri Bima mampu menunjukkan bukti konkrit kepada masyarakat bahwa mahasiswanya tidak hanya mampu menunjukkan eksistensinya dalam dunia akademis, namun juga dalam kegiatan kemasyarakatan.

Pra acara diawali dengan penampilan seni Marawis dengan iringan tabuhan rebana dan alunan gambus yang mendayu-dayu berhasil membius ratusan pasang telinga pada acara tersebut. Bahkan pada sesi acara istirahat para penonton masih meminta tambahan satu lagu ekstra karena begitu bagusnya alunan alat musik khas timur tengah yang rancak dipadu dengan lantunan vokalis yang syahdu. Pra acara berikutnya juga adalah penampilan tari kontemporer oleh beberapa mahasiswi STIT Sunan Giri Bima juga turut mendapat perhatian dari para penonton, sehingga tanpa perlu diminta, para penonton pun merekamnya dalam ponselnya masing-masing.

Ada yang spesial dari penyelenggaraan kegiatan tersebut, yaitu penampilan perdana drama teater yang mengundang decak kagum dari semua pasang mata yang menyaksikan adegan demi adegan yang disuguhkan dihadapan ratusan masyarakat yang hadir. Aktor dan aktrisnya tidak lain adalah mahasiswa yang rata-rata belum genap setahun menempuh pendidikan di STIT Sunan Giri Bima.

Drama tersebut menceritakan kegigihan dan kesabaran “Ama Mida” dan “Ina Mida” dalam menyekolahkan kedua putrinya di tengah himpitan ekonomi yang serba kekurangan serta suara-suara sumbang dari orang-orang sekitarnya yang menganggap mereka terlalu memaksakan diri dan tidak berkaca pada keadaannya.

Namun dengan penuh keyakinan dan tawakkal akhirnya perjuangan mereka dibayar manis dengan prestasi kedua putri mereka yang membanggakan kampusnya, lebih-lebih lagi bagi orang tua dan masyarakat sekitar. Karena begitu dalamnya penjiwaan para pemerannya ditambah lagi iringan backsound yang begitumenyentuh, rata-rata penonton tidak bisa menahan cucuran air matanya ketika adegannya sedih dan tidak bisa menahan tawanya ketika adegannya lucu.

Melihat berbagai penampilan yang ada, ketua panitia pelaksana Masnun, SPd.I yang juga alumni STIT Sunan Giri Bima menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya rombongan yang telah hadir dan memeriahkan acara tersebut. Kepala Kelurahan Jatibaru Timur juga dalam sambutannya  tidak lupa  memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap civitas akademika STIT Sunan Giri Bima yang bekerja sama dengan masyarakat sekitar lokasi dalam menyukseskan acara tersebut, karena menurutnya kegiatan seperti ini baru pertama kali ada di Kelurahan yang baru terbentuk dari pemekaran beberapa bulan lalu. Ketua STIT Sunan Giri Bima, Dr. Syukri M.Ag. juga dalam sambutannya menyampaikan berbagai program unggulan kampusnya serta mengajak masyarakat agar menjadikan STIT Sunan Giri Bima sebagai kampus pilihan untuk kelanjutan studi putera dan puterinya.

Selanjutnya dalam acara puncak, seperti biasa Ust. Zulkrnain S.Pd.I atau yang biasa dipangii UZe dengan gayanya yang khas  menggunakan bahasa yang ringan dan diselingi humor-humor segar mampu membius para undangan yang hadir untuk tetap bertahan di tempat duduknya, padahal waktu sudah menunjukkan hampir pukul 23.00 wita. Dalam taushiyahnya, sang ustadz berpesan tentang pentingnya ibadah sholat sebagai aspek penting dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.

Selain itu hadirin juga diajak untuk lebih mencintai Nabinya dengan banyak bershalawat dan mengikuti sunnah-sunnahnya. Uze juga menyampaikan pertingnya menjaga ukhuwah di tengah berbagai perbedaan, khususnya menyampun pilkada beberapa hari kedepan. Akhirnya acara mencapai pamungkasnya menjelang tengah malam dengan meninggalkan cerita indah dan pelajaran berharga bagi semua yang hadir. Semoga Allah Swt.  memberkahi setiap langkah kita. Aamiin.

Oleh: Ahmad Syagif

Kota Bima, 4 April 2019


Leave a Reply