STIT SUNAN GIRI BIMA BERGERAK MAJU MENUJU KEDIKDAYAAN

STIT SUNAN GIRI BIMA BERGERAK MAJU MENUJU KEDIKDAYAAN

Category : Opini

stit-sunangiribima.ac.id – Era kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memberikan efek terhadap keberlangsungan berbagai sendi kehidupan manusia, termaksud pendidikan yang setiap komponennya tidak akan mampu dipisahkan dari pengaruh dahsyatnya revolusi modernisasi teknologi. Sendi-sendi perkembangan di era advances in technology melahirkan sebuah fenomena yang menarik dalam keberlangsungan community life saat ini. Life style masyarakat mencorakkan dampak yang paling kentara dan dapat disaksikan openly by all humans arround the world.

Globalisasi dapat diartikan terhubungnya seluruh aspek kehidupan dalam bermasyarakat mulai perekonomian, budaya hidup, politik hingga kehidupan sosial antar bangsa dan negara satu dengan negara lainnya, sehingga dunia ini seakan tidak memiliki skat dalam menjelajahi atau mengakses informasi satu sama lain. Berita terkait kemajuan, keunikan, bahkan masalah yang dirahasiakan negara sekalipun dengan mudahnya dapat diakses dan diketahui negara lainnya hanya dengan menggunakan teknologi yang digerakkan telunjuk serta jempol.

Teknologi tersebut dinamai gadget, dengannya seruluh penjuru dunia bisa di akses melalui suatu program media sosial bernama mbah google, maupun aplikasi berbasis internet lainnya. Hal tersebut terjadi pada generasi muda-mudi di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia yang saat ini lagi booming dengan predikat masyarakat era milenial. Hal ini senada dengan apa yang telah dikemukakan Lyons dalam Putra bahwa generasi milenial atau milenium mulai di publikasikan pada editorial salah satu koran terbesar di negara yang berjuluk Paman Sam New York Amerika Serikat pada bulan Agustus tahun 1993 silam. Keturunan yang lahir pada masa ramainya penggunaan teknologi korespondensi instan semisal short massage service dan elektronik mail serta media daring seperti facebook, whatsapp dan twitter serta instagram dengan pribahasa yang lain bahwa generasi milenial adalah keturunan yang berkembang atau hidup pada era internet yang berkembangan dengan luar biasa cepat atau istilah gaulnya “lagi booming”. Singkatnya Anak millennial atau millenium merupakan sebutan bagi sekelompok manusia yang lahir pada tahun 1980 sampai 2000an dengan salah satu cirinya lahir pada saat TV berwarna, Handphone,Tablet, internet dan semua yang berbasis IT sudah dipergunakan. Sehingga generasi ini sangat mahir teknologi.

Kemajuan teknologi yang dirasakan sejak meraka lahir tentu juga berpengaruh terhadap perkembangan watak dan karakteristik mereka. Hal ini sudah pasti berbeda dengan watak dan karaktek anak yang lahir tanpa teknologi. Kalangan remaja Indonesia saat ini hampir kesemuanya mengenal dan menggunakan internet dalam keseharian mereka. Namun kebanyakan pula dari mereka belum mampu mengendalikan atau memilah antara aktivitas internet yang bernuansa posistif dan atau bersipat negatif, mereka masih cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial mereka dalam penggunaannya. Inilah yang mejadi keluhan masyarakat akhir-akhir ini. Dimana generasi muda bangsa yang digadang-gadang menjadi tokoh dibalik kemajuan bangsa justru muncul dengan perilaku kesehariannya yang mengesampingkan etika dan moral. Beranjak dari fenomena tersebut dibutuhkan langkah cepat dan tepat untuk membentuk karakteristik anak bangsa dimulai dari usia dini. Karakter melambangkan dimensi yang sangat berkedudukan urgen dalam menyukseskan manusia menjalani kehidupan sosialnya di dunia. Kepribadiaan yang paripurna akan menciptakan moral yang tangguh sedangkan moral yang tangguh akan mencetak spirit yang kokoh, pantang mengalah dan berani menjelajahi kerasnya kehidupan serta berani melawan derasnya badai gelombang yang menghantam. Karakteristik yang tangguh serta kokoh menjadi prasyarat urgen demi menjadi seorang pemenang dalam medan turnamen atau pertandingan.

Penulis : SAM AL-MAROZI


Leave a Reply