Category Archives: Kisah Alumni

Selamat ya!

Category : Kisah Alumni

Semasa kuliah, ia nyaris sama dengan teman-teman yang lain, sederhana, sopan dan mudah bergaul dengan siapapun.

Saya pun tidak pernah menaruh perhatian berlebih kecuali sesekali jika saat sesi diskusi begitu intens memberikan jawaban-jawaban terhadap pertanyaan yang diajukannya.

Ya…bagi saya, ia merupakan pribadi yang diam tapi memiliki potensi yang harus terus diasah dan dibina.

Dilahirkan dari keluarga sederhana di dalam semua aspek, termasuk ekonomi tapi tidak membuatnya pesimis menatap masa depan. Ia yakin bahwa masa depannya ditentukan oleh dirinya sendiri.

Hingga suatu saat, di tengah kesehatannya yang kembang kempis karena tubuhnya yang ringkih, ia mendatangi kediaman saya di cabang Godo untuk bercerita segala keluh kesah, keinginan serta cita-citanya untuk menjadi sesuatu yang berguna.

Saya menyimak dengan baik setiap kalimat yang keluar dari mulutnya sembari sesekali melempar senyum tuk memberikannya kepastian bahwa saya benar-benar menyimak apa yang diceritakan dari awal tentang kehidupannya sampai sekarang dan keinginannya untuk melanjutkan studi S2 dengan harapan agar dari ilmu yang didapatkannya, kehidupannya dapat lebih baik pada masa yang akan datang.

Ditemani seorang perempuan paruh baya yang duduk persis disampingnya yang saya sendiri kurang mengingat apakah perempuan itu ibunya ataukah kakaknya sesekali ikut menimpali seluruh rangkaian kisah yang disampaikannya pada saya.

Terenyuh dan terharu mendengar semangatnya yang begitu tinggi untuk studi S2 di saat banyak sarjana sebayanya yang masih bingung dan galau untuk menentukan langkah pasca prosesi wisuda yang baru saja berlalu.

Diusia mudanya, ia sudah berfikir selangkah jauh kedepan dan saya yakin saat ia mengemukakan keinginannya untuk studi S2, ia telah memiliki gambaran mengenai kehidupan masa depannya kelak.

Berangkatlah meskipun hanya dengan baju yang melekat dibadanmu, jangan pedulikan sakit yang menggerogoti tubuhmu karena penyakit akan hilang karena motivasi dan semangat mu yang tinggi untuk menuntut ilmu.

Kau harus siap hidup menderita dalam belajar karena kau tidak akan mendapatkan ilmu jika kau tak mau lelah, demikian sedikit kutipan ungkapan dari Imam Syafi’i yang saya ingat.

Kalau pun kau sakit dan kemudian mati selama menuntut ilmu, maka kematian mu adalah SYAHID,

Hanya beberapa kata itu yang dapat ku berikan sebagai motivasi buatmu, sekali lagi berangkatlah dan jangan kembali sebelum kau mampu menyelesaikan studi mu.

Karena kami di Makassar dibesarkan dalam sebuah tradisi
“Jika layar telah terkembang maka pantang bagi biduk tuk kembali ke dermaga”.

Alhamdulillah beberapa Minggu yang lalu saya mendapatkan kabar langsung dari mu bahwa kau telah menyelesaikan studi mu dengan baik dan tepat waktu.

Pesan ku padamu tetap lah MERENDAHKAN DIRI, baik TUTUR KATA maupun PRILAKU MU terutama terhadap mereka yang berilmu yakni orang tua dan gurumu karena tanpa mereka kau bukan apa-apa.

Amalkan semua ilmu yang kau miliki untuk kemaslahatan umat, bangsa dan negara.

Selamat dan sukses
Selamat datang di dunia nyata
Dunia pengabdian yang membutuhkan kepedulian dan keikhlasan dalam membangun agama.

Almamater mu bangga telah menjadi bagian dari keberhasilan mu.

Medio Nopember

senja yang temaram
@Cabang Godo